Kemudikpulkam

Saya kira Anda sudah tak butuh lagi penjelasan bedanya antara mudik dan pulang kampung, bukan? Sudah dibahas dengan lucunya oleh banyak pihak toh? Jadi, saya tak perlu menegaskan bedanya. Secara kamus ya sepertinya sama saja (meskipun mudik itu istilah percakapan, yang sering jadi salah kaprah), tetapi secara politis bisa dibedakan dan maksud pembedaan ini sebetulnya bisa dimengerti dengan mudah. Saya tidak berminat masuk ke situ, tetapi lebih menyoroti bagaimana cara Bapak Presiden kita ini menjatuhkan keputusan-keputusannya, yang oleh sebagian pihak dianggap lamban dan sejenisnya. Mungkin sebagian pihak itu lupa bahwa orang Jawa mengenal ungkapan alon-alon waton kelakon. Maksudnya jelas: orang tak perlu grusa-grusu dalam mengambil keputusan karena grusa-grusu itu memungkinkan faktor penting jadi luput.

Pesan itu juga terlihat dalam teks bacaan hari ini ketika Guru dari Nazareth melihat orang banyak berbondong-bondong mengikutinya dan sepertinya mereka membutuhkan makan. Mereka itu ya orang banyak yang berbondong-bondong, dan Guru dari Nazareth bersama murid-muridnya. Gak lucu kan makan sendiri di tengah-tengah banyak orang yang sedang berpuasa atau kelaparan?
Guru dari Nazareth mengerti apa yang akan dibuatnya, tetapi ia seperti hendak menguji murid-muridnya mengenai apa yang akan mereka perbuat untuk membantu orang banyak yang butuh makan itu. Menariknya, murid-muridnya memakai perspektif yang sama: pertimbangan matematis-finansial-ekonomis. Saya kira, Guru dari Nazareth bukannya mengabaikan pertimbangan-pertimbangan itu. Akan tetapi, ia menentukan langkah yang barangkali dipelajarinya dari Kemudikpulkam alias Kementrian Mudik dan Pulang Kampung.

Langkah pertamanya ialah menyuruh mereka semua untuk duduk. Mengenai ‘duduk’ ini sudah saya bahas pada posting 2015 Pasukan Nasi Bungkus. Sekarang saya berhenti pada keterangan dalam teks itu yang menggugah pertanyaan saya: adapun di tempat itu banyak rumput. Kenapa juga keterangan itu mesti ditambahkan penulisnya. Apa Guru dari Nazareth itu mau memberi peluang orang banyak itu untuk makan rumput gitu po? Kambing-sapi keleus!
Tapi kemudian saya ingat bahwa dalam Kitab Suci, padang rumput itu kerap muncul sebagai gambaran kias tempat ideal mereka yang merindukan Allah. Bisa jadi, itulah yang dibidik oleh penulis teks bacaan hari ini, seakan-akan mengatakan: kalian semua, dalam masa pandemi, kelaparan, kesusahan hidup, baringkanlah diri di atas tempat yang subur akan perjumpaan dengan Allah.

Apakah itu maksudnya supaya orang memperbanyak waktu doa sehingga semakin banyak perjumpaan dengan Allah? Tidak! You must do something! Akan tetapi, sebelum itu, tenangkanlah dirimu dalam kepasrahan total kepada Allah Maha Penyelenggara. Jangan grusa-grusu. Pertimbangan finansial, ekonomi, kurva eksponensial, herd immunity, ketersediaan alat medis, kemampuan rumah sakit, nakes, semuanya penting diperhitungkan, tapi tak usahlah bikin semua jadi grusa-grusu. PSBB ya PSBB, social distancing ya social distancing, tetapi tak perlulah menjalaninya dengan kemelut pikiran dan kekhawatiran yang tak menyejukkan, apalagi untuk memperkeruh kepentingan politik. Dalam situasi kepasrahan kepada Allah, langkah-langkah selanjutnya bisa diambil secara tenang, bahkan jika pilihannya minus malum: begini ya buruk, begitu juga ada buruknya. Life is beautiful. Disyukuri dan dibagi.

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk senantiasa bersikap pasrah pada-Mu dalam setiap kerja keras kami. Amin.


HARI JUMAT PASKA II
Awal Ramadhan 1441H
24 April 2020

Kis 5,34-42
Yoh 6,1-15

Posting 2018: Sinyal Cinta
Posting 2017: Let It Go 2

Posting 2016: Bahaya Laten Komunis

Posting 2015: Modal Duit Saja Gak Cukup

Posting 2014: Determinasi Orang Rendah Hati

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s