Collect moments, not things.
-

Ayo Lari
Di hadapan corona, relativisme budaya mendapatkan peneguhannya tanpa menyangkal nilai universal kemanusiaan. Anda tidak bisa menilai orang-orang di Trunyan tak berperikemanusiaan lantaran membiarkan jenazah ditaruh begitu saja di bawah pohon. Sebaliknya, orang yang punya kebiasaan kremasi tak bisa menghakimi pemakaman massal akibat Covid-19 sebagai pemakaman tak beradab. Anda tak bisa lagi keukeuh dengan doktrin bahwa Read more
-

Happy Heroes
Latar waktu kisah teks bacaan hari ini adalah Minggu, 9 April 30, yaitu 1990 tahun lalu. Saya tidak hendak mempertahankan kisah kebangkitan yang nonsense, yang mungkin saja dipegang oleh banyak umat Kristiani. Alasan saya sederhana. Itu bukan peristiwa yang bisa diverifikasi dengan uji karbon dan saya yakin bahwa penulis Injil tak pernah memaksudkan tulisan mereka Read more
-

Corona, Help Me!
Anda bisa dengan mudah mengetikkan “Vatikan sepi” untuk menemukan puisi berjudul “Bubarnya Agama” yang sempat viral setelah Covid-19 jadi pandemi. Isi puisi itu tak menggambarkan judulnya, tetapi mungkin tepat untuk mengiringi Sabtu Sepi. Saya mau menggarisbawahi ayat “Corona datang seolah-olah membawa pesan bahwa ritual itu rapuh!” dengan menghilangkan modalitas “seolah-olah”. Jadi, dalam pandangan saya, sekali Read more
-

Membajak Agama
Konon ada seorang bajak laut yang sangat notorious, yang kerap menjarah perahu kecil dan menyerang kampung pesisir. Ia juga bisa menyiksa penduduk sebelum membawa kabur barang-barang berharga mereka. Sangat sulitlah orang melawannya karena dia punya segala jenis senjata. Semua orang takut padanya. Akan tetapi, singkat cerita, bajak laut ini tertawan oleh Alexander Agung, Kaisar Romawi. Read more


