Collect moments, not things.
-

Corona Hates Nyepi
Bagaimana di tengah pandemi korona ini orang bisa merayakan kabar sukacita? Bagaimana mungkin suasana prihatin diisi dengan sukaria? Mungkinkah orang bergembira dalam kesedihan? Bahkan seorang striker tahu benar bagaimana rasanya menceploskan bola ke gawang tim lawan yang sampai pada musim sebelumnya adalah tim yang dicintai bersama para suporter yang membesarkan namanya: ia memilih untuk tidak… Read more
-

Santuy Kok Harus
Beberapa hari setelah kasus pertama Covid-19 diumumkan Presiden, saya melockdown limapuluhan orang generasi Z selama empat hari tiga malam di area seluas kurang dari dua hektar. Ini tidak main-main. Gawai disita. Yang membawa laptop bahkan meletakkannya di ruang pertemuan. Di Italia masih bisa terjadi orang menyanyi dan berteriak-teriak dari balkon atau beranda rumahnya selama lockdown.… Read more
-

Nasi Mutěr
Anda sewajarnya prihatin ketika melihat kerumunan di tempat nongkrong pada saat virulensi Covid-19 meningkat. Jangankan kerumunan orang-orang nongkrong gak jelas, bahkan kerumunan orang antre sembako pun pantas membuat Anda miris (dan mungkin kemropok pada gabenernya). Di tempat tinggal saya ini, kepadatan lalu lintas hilang, tetapi tetap ada lalu lalang kendaraan, termasuk kendaraan saya. Asumsi saya, mereka yang… Read more
-

First Things First
Pada umumnya orang takut kegelapan, kalau bukan dalam arti denotatif, ya konotatif. Saya bukan perenang mahir, dan ketika untuk kali pertama melakukan snorkeling tanpa tutorial dari mana dan siapa pun, saya kegirangan setengah mati melihat aneka ragam ikan ciptaan Tuhan. Saking girangnya, saya tak sadar bahwa ikan-ikan itu bergerak ke tempat yang latar belakangnya hitam,… Read more


