Collect moments, not things.
-

Nasi Mutěr
Anda sewajarnya prihatin ketika melihat kerumunan di tempat nongkrong pada saat virulensi Covid-19 meningkat. Jangankan kerumunan orang-orang nongkrong gak jelas, bahkan kerumunan orang antre sembako pun pantas membuat Anda miris (dan mungkin kemropok pada gabenernya). Di tempat tinggal saya ini, kepadatan lalu lintas hilang, tetapi tetap ada lalu lalang kendaraan, termasuk kendaraan saya. Asumsi saya, mereka yang Read more
-

First Things First
Pada umumnya orang takut kegelapan, kalau bukan dalam arti denotatif, ya konotatif. Saya bukan perenang mahir, dan ketika untuk kali pertama melakukan snorkeling tanpa tutorial dari mana dan siapa pun, saya kegirangan setengah mati melihat aneka ragam ikan ciptaan Tuhan. Saking girangnya, saya tak sadar bahwa ikan-ikan itu bergerak ke tempat yang latar belakangnya hitam, Read more
-

Minta Maaf Ya
Tiga hari lalu saya awali posting dengan imbauan untuk mengampuni pemimpin tanpa perlu melupakan kesalahannya. Pemimpin tak perlu diidentikkan melulu dengan politik, tetapi juga pemimpin agama. Ndelalahnya kemarin sindiran terhadap tahbisan uskup itu ramai sekali di medsos. Yang menohok ialah komentar yang mempertanyakan semboyan yang dulu ditegaskan oleh uskup pribumi pertama di Indonesia: 100% Katolik, Read more
-

Jangan Takut
Pada layar aplikasi medsos saya muncul montase screenshot dua berita: tablig akbar di Sulawesi dan tahbisan uskup di Ruteng. Di bawah montase itu diberi caption: Sama2 mabok agama dan tak punya tanggung jawab. Kadang saya jadi pengamat orang yang mabok agama, tetapi dalam hal ini saya tak punya data untuk menilai. Konon, tablig akbar itu Read more


