Collect moments, not things.
-

Gift, No Matter What
Sudah sejak lama saya terganggu oleh konsep dalam agama yang menunjukkan suatu privilese: bangsa atau umat pilihan Allah, misalnya. Sejak kapan Allah ikut pemilu menentukan umat atau bangsa mana yang jadi idola-Nya? Saya tidak sedang bicara mengenai agama tertentu, tetapi sedang mewaspadai cara berpikir di balik konsep yang dipakai agama. Soalnya, kalau tidak waspada, orang… Read more
-

Subversif Gratis
Adakah hal yang lebih subversif zaman now ini daripada gratuity? Sepertinya memang gratuity itu antikemapanan karena kemapanan senantiasa jadi tujuan kompromi politik yang merambah setiap lapis kehidupan bersama. Ya mau apa lagi, memang stabilitas itu diperlukan karena tanpa stabilitas, yang antikemapanan itu tadi bikin segala yang mapan hancur dan, kalau begitu, tak ada lagi pijakan… Read more
-

Lirikan Matamu
Perhatikanlah lirikan mata Anda: menarik hati atau memantik benci. Kalau ternyata menarik hati, barangkali Anda penggemar lagu ciptaan A. Rafiq. Kalau jebulnya memantik benci, entah apa yang merasuki Anda. Pokoknya, tatapan mata itu komunikatif, jadi cerminan jiwa yang kepo, penuh selidik, marah, benci, sayang, sombong, penuh antusiasme, kebosanan, dan sebagainya. Dalam teks bacaan hari ini… Read more
-

Urip Kang Urup
Sewindu yang lalu saya berkesempatan ziarah ke makam para Wali Sanga (kalau dibaca orang Jogja jadi Wali Songo dengan vokal ‘o’ pada kata pojok) dan di tempat-tempat itulah saya merayakan apa yang dirayakan Gereja Katolik hari ini: mengenangkan arwah semua orang beriman. Saya tidak mampu merekam seluruh kekayaan rohani para Wali Sanga yang begitu berlimpah… Read more
-

DKI Jaya Enda
Kemarin sudah saya singgung bahwa banyak orang ingin hidup suci tetapi tak tahu menyiasati jalan menuju kesucian itu. Salah satu contohnya adalah kepala daerah yang terlatih untuk ngělès. Barangkali latar belakang pendidikannya memang terdominasi oleh les-lesan. Dalam istilah Jawa ada kata mirip Jepang: endo, tetapi saya kira semestinya ditulis ‘enda’ karena vokal di belakang bunyinya… Read more
-

Mau Irit 82 M?
Papah saya (eciyeh papah, biasa panggil pa’e atau abah juga) tukang kayu dan sebelum Ai(nge)bon booming, beliau langganan lem bermerk Hefrin. Saya lebih suka aroma Hefrin sebetulnya, tapi apa daya teman-teman yang hobi ngělem itu lebih suka ngebon tadi. Ya sudah toh, de gustibus non disputandum, tapi saya dah kenyang dengan aroma Hefrin sih, jadi… Read more
