Collect moments, not things.
-

Pemimpin Siluman
Pesta yang dirayakan Gereja Katolik mengenai Tahta hari ini melayangkan pikiran saya pada kelebatan-kelebatan sosok pemimpin kontemporer di negeri ini. Ada yang menarik simpati, ada pula yang menarik antipati. Ada yang mengharukan, ada juga yang menghantukan. Ada yang omongnya kikir, yang lainnya suka ngecipris. Beberapa saya tak pernah dengar namanya tetapi kalau melihat reportase, kerjanya… Read more
-

Jalan (Gagal) Pulang
Kalau Anda jatuh cinta, ibaratnya seperti pensil, jangan menggenggamnya terlalu erat, karena bakal capek, eaaaa…. [Kirain bakal dapat kata-kata bijak.] Begitu pula kalau Anda beragama, janganlah terlalu konservatif atau progresif, karena bakal jadi naif. Jadilah moderat seturut pepatah The Truth lies somewhere in the middle atau Veritas in medio stat atau mungkin ngono ya ngono ning aja ngono. Tapi apa bisa… Read more
-

Malu Beragama?
Menurut Tertulianus, kata tetangga saya, teks hari ini adalah sintesis seluruh kabar gembira. Jadi, janjané, orang gak perlu susah-susah beli Kitab Suci tebal dan mahal ya [lagipula ujung-ujungnya cuma ditaruh di lemari, hayo ngaku, mosok ditaruh di magic jar], cukup punya atau hafal teks hari ini saja yang isinya doa Bapa Kami. Ciyus… Tentu saja, pemahaman… Read more
-

Sacred Proxy War
Saya yakin Anda pernah dengar istilah proxy war atau perang proksi. Menurut KBBI daring, proksi adalah “pihak lain yang oleh seorang pemegang saham ditunjuk dan diberi wewenang untuk mewakilinya dan untuk melakukan segala sesuatu yang diperlukan atau diminta dalam rapat umum pemegang saham”. Karena ini bukan blog ekonomi atau teknologi atau analisis pertahanan, saya perkenalkan istilah Jawa… Read more
-

Kerendahhatian Képologis
Epistemological humility kelihatan sangar. Sederhanakan saja epistemologi sebagai kepologi, ilmu perkepoan, sehingga epistemological humility jadi kerendahhatian orang kepo. Apa pentingnya kerendahhatian kepologis? Ini penting demi identitas kekepoannya sendiri. Kalau orang kepo tak rendah hati, ia malah berhenti jadi kepo, tak ngerti batas kekepoan. Ujung-ujungnya, ia bisa mengklaim punya pengetahuan final, komplet, utuh, sempurna, dan sejenisnya. Padahal, ini slogan kerendahhatian kepologis: tak ada orang yang… Read more

