Collect moments, not things.
-

Grow Up, Brow!
Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu… Pengoyakan pakaian memicu apresiasi dan pergunjingan eksterior; sedangkan pengoyakan hati menggugurkan desain interior yang memungkinkan Allah menjadi pusat hidup orang. Masa tobat dalam lingkaran liturgi Gereja memang mengandaikan iman yang dewasa. Masa Prapaska bukan masa persiapan pesta Natal ala anak-anak, melainkan masa persiapan pesta Paska yang didahului oleh misteri kehidupan yang… Read more
-

Hatinya Mana?
Seorang anak perempuan mungil melakukan kenakalan yang menyulut kemarahan ayahnya. Rupanya kemarahan sang ayah adalah tumpukan dari rasa kesal yang dipendamnya atas kenakalan anaknya sendiri. Anaknya berlari menjauhi ayahnya, mengelilingi meja. Tanpa kesulitan, sang ayah berhasil mencengkeram tangan anaknya. Kegeraman sang ayah terasa dari kuatnya cengkeramannya terhadap tangan lembut si anak perempuan mungil itu, yang… Read more
-

Perjumpaanku dengan Muslim (2)
Dalam perjalanan mengemis antara Purwokerto dan Slawi, di suatu siang yang terik, saya dan teman seperjuangan mengemis saya benar-benar tak berkutik karena panasnya memang gak ketulungan. Beberapa hari sebelumnya kami disegarkan oleh hujan di sepanjang jalan tetapi hari itu kami dihibur oleh fatamorgana genangan air di atas aspal akibat teriknya matahari. Ngobrol sepanjang jalan tentu… Read more
-

Iri Hati Gak Boleh… Katanya
Saya termasuk murid yang lamban karena terus-terusan merasa belum ngeh kenapa Yesus benar-benar sedemikian skeptis terhadap orang-orang Farisi! Apa toh salah mereka itu sehingga Yesus terus menerus berkonfrontasi? Apa sih susahnya memberikan tanda yang diminta orang Farisi, wong tinggal mak cling begitu saja bisa? Kenapa kayaknya jadi susah banget memberi tanda mukjizat yang diminta orang Farisi?… Read more
-

Di Mana Political Will
Jadi orang sakit, dari dulu sampai sekarang, rupanya tidak recommended ya. Secara medis biaya pengobatan semakin mahal dan bahkan secara religius suatu penyakit tertentu membuat orang ‘tidak halal’. Bacaan pertama menunjukkan bagaimana imam mesti menyatakan orang sakit kusta sebagai najis dan orang sakit kusta itu sendiri mesti berpakaian compang-camping, dengan rambut terurai, menutupi mukanya sambil… Read more

