Collect moments, not things.
-

Dari Mana Datang Malu?
Bacaan pertama kemarin ditutup dengan kalimat: mereka keduanya telanjang, manusia dan istrinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu. Sedangkan bacaan pertama hari ini diakhiri dengan: ketika…mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, bersembunyilah manusia dan istrinya itu terhadap Tuhan Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Apakah memang begitu kejadiannya? God knows. Saya sih tidak yakin begitu kejadiannya… Read more
-

Apa Yang Mencolot dari Hatimu?
Jangan bilang siapa-siapa ya, konon anggota mafia di Italia (jangan sebut nama ganknya deh), yang adalah juga konsumen narkoba, setiap tiga puluh tiga menit menghentikan pekerjaan mereka untuk menghormati Yesus Kristus! Kenapa angka 33? Mungkin karena mereka percaya Yesus mati pada umur 33 tahun. Lha kok jedanya 33 menit, bukan 33 jam atau 33 hari?… Read more
-

Citra Skolastika
Bacaan pertama bicara soal penciptaan manusia seturut citra Allah. Gereja Katolik hari ini memperingati Santa Skolastika yang menghayati kebebasannya bahkan dalam gaya hidup yang bagi kebanyakan orang adalah penjara. Pesan singkatnya, suka atau tak suka, jadilah citra skolastika. Umat beriman mesti menampilkan citra kebebasan ciptaan Allah bukan dengan melemparkan tanggung jawab pada pihak lain. Gaya… Read more
-

Tersentuh Penderitaan
Menurut Kitab Kejadian, segala ciptaan Allah itu baik-baik saja. Sayang, kebaikan ciptaan itu dihancurkan oleh manusia sendiri. Kejahatan adalah distorsi terhadap kebaikan Allah itu: kekuatan atom yang semestinya bisa dipakai untuk sumber energi bagi banyak orang malah dipakai untuk membunuh jutaan orang; seksualitas yang seharusnya bisa jadi saluran cinta justru dipakai untuk merusak cinta karena… Read more
-

God Sees the Truth but Waits…
Konon di suatu perkampungan terjadi kebakaran dan di satu rumah tingkat ada satu anak yang terjebak di lantai atas. Ia berteriak-teriak ketakutan dan akhirnya melongok ke jendela. Ia hanya menangis di bibir jendela. Orang-orang di bawah berteriak supaya ia melompat tetapi tentu ia takut dan bingung. Ayahnya di bawah berteriak keras, “Ayo, Nak, lompatlah. Lompat!”… Read more

