Collect moments, not things.
-

Siapa Yang Kamu Sebut Nabi?
Seorang kawan muslim pernah bertanya bagaimana saya sebagai orang Katolik memandang Nabi Muhammad. Pertanyaan itu masih bisa dijawab dengan mudah karena hanya berkenaan dengan pendapat pribadi mengenai sosok nabi: setiap orang Kristen dipanggil untuk menjadi corong suara Allah di tengah masyarakat. Bukan hanya orang Kristen, semua umat beriman dipanggil untuk menyuarakan suara Allah, bukan suara… Read more
-

Romo itu misa setiap hari? Apa gak bosen sih?
Selama ikut perayaan Ekaristi itu, seringkali saya mengamati perilaku umat dan melihat diri sendiri. Dari pengamatan dan pengalaman ‘menjadi umat’ itu, saya sangat maklum jika banyak umat bosan, wegah-wegahan mengikuti perayaan. Mengapa? Lha wong romonya kurang menyapa umat, kotbahnya tidak lucu, bacaannya panjang, nyanyiannya itu-itu saja dan bawaannya lemes. Tentu masih ada banyak alasan lain… Read more
-

Afirmasi via negasi
Barangkali hidup ini adalah rangkaian jawaban “ya” dan “tidak”, dan kebanyakan dari rangkaian itu ialah jawaban “tidak” terhadap panggilan kebenaran ilahi. Setelah Yeremia menyampaikan nubuatnya, para imam dan nabi mereka serta rakyat justru menyodorkan ancaman bahwa Yeremia harus mati! Ini tak jauh berbeda dengan pengalaman mudik Yesus; bukannya mendapat sambutan melainkan cemoohan, ketidakpercayaan; singkatnya, penolakan… Read more
-

Layu Sebelum Berkembang? Plis Deh
Hari ini Gereja Katolik memperingati Santo Ignasius dari Loyola, seorang pencari Tuhan yang dalam suatu tahap hidupnya mengerti bahwa Allah campur tangan dalam hidupnya, mendidiknya seperti seorang guru mendidik muridnya. Kutipan Kitab Yeremia hari ini lebih keras lagi mengumpamakan Allah sebagai tukang periuk yang bisa dengan bebas meliak-liukkan tanah seturut bentuk yang diinginkannya. Akan tetapi,… Read more
-

Happy kok Maksa
Bacaan pertama dari Kitab Yeremia menyodorkan seruan Yeremia setelah ia mulai ‘menarik diri’ dari kerja publiknya. Bisa dimaklumi; kerja cuma-cuma untuk membantu orang banyak tetapi malah terus menerus mendapat cemooh dan bahkan perlawanan! Mana tahan!!! Mengeluhlah Yeremia, tetapi syukurlah ia mengeluh kepada Tuhan; ia mencari dan menemukan tempat ‘sampah’ yang tepat. Kerendahan hati Yeremia terletak… Read more
-

Rempong versus Bengong
Orang yang pikirannya dipenuhi wacana filosofis, biasanya tidak lagi memikirkan kerepotan dalam mengurus perut (kecuali kalau perut diartikan sebagai kegemukan badan yang ingin dilawannya). Singkatnya, hanya orang yang secara ekonomis relatif mapanlah yang bisa berfilsafat. Ini tentu sudah dipahami baik-baik oleh Maslow: orang yang masih berjuang untuk kebutuhan fisiologis dan rasa amannya, tentu susah untuk… Read more

You must be logged in to post a comment.