Collect moments, not things.
-

Let it be
Dua minggu lalu saya pergi melayat senior yang meninggal karena jantungnya ngadat kerja secara agak mendadak. Ini adalah pribadi yang membuat saya kejerman-jermanan. Maklumlah, sejak kelas tiga SD saya sudah sedemikian akrab dengan badge tim Bayern München atau kaos tim nasional Jerman. Saya sering mendapat update berita dari Kicker atau Deutsche Welle tanpa harus mengerti Read more
-

Diam Saja
Hal di luar kebiasaan memang senantiasa mengundang reaksi keras, apalagi jika halnya berkenaan dengan keadaan mental. Tak mengherankan kalau ada pemimpin yang menyerukan revolusi mental, reaksi keras akan terus mengintai. Manifestasinya bisa macam-macam seturut sentimen SARA yang bisa dipakai untuk mengacaukan hidup. Dalam urusan internal agama, bisa juga revolusi mental itu mengundang protes dan ujungnya Read more
-

Mboten Sare, Gus?
Kegalauan umat beragama di masa pandemi bisa dimengerti: untuk jangka waktu panjang, tak lagi bisa menjalankan ritual seperti biasanya, tak lagi bebas berziarah, tak bisa jumpa dengan umat lain untuk berdoa bersama, dan seterusnya, seakan-akan umat beragama tak bisa lagi menjumpai Tuhan. [Lha memangnya sebelum pandemi bisa menjumpai Tuhan?🤭] Ini jadi masa kering yang membuat Read more
-

Iman Kok Konsumtif
Beriman itu bagaikan orang menabur, bukan orang makan bubur. Yang pertama menyebarkan benih produk. Yang kedua mengonsumsi produk benih. Celakanya, orang beragama kerap membolak-balik hal ini. Maksudnya beriman, jebulnya konsumtif doang ujung-ujungnya. Karena targetnya konsumtif, tak mengherankan, teknologi diterapkan supaya hasilnya lebih cepat, lebih besar, lebih banyak. Di situ ada harapan, tetapi harapan yang kehilangan Read more
-

Untung Malang
Teks bacaan hari ini bisa bikin kèděr orang yang berpretensi hendak mengkritik orang lain. Memang tak semenohok teks Mat 7:4-5 (Gimana mungkin kamu mau mengeluarkan selumbar di mataku sementara matamu sendiri terhalang balok?). Di sini hanya dikatakan,“Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu!” Secara sepintas ini seperti menyiratkan kemungkinan penilaian Anda jadi bumerang Read more

