Collect moments, not things.
-

Aktualisasi Diri
Aktualisasi diri bisa misleading bagi orang beragama. Alih-alih ad maiorem dei gloriam, jadinya ad maiorem diri gue itu. Soalnya, aktualisasi diri bisa diukur dengan aneka macam alat ukur, yang terbaca dengan indra: jago masak, pinter matematika, juara wushu, dapat lencana penghargaan ini itu, punya outlet atau cabang di kota ini itu, dan seterusnya. Padahal, seperti Read more
-

Self-control
Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, cinta, dan penguasaan diri. Kurang lebih begitulah kata-kata yang disampaikan Paulus, yang pertobatannya dipestakan dalam liturgi Gereja Katolik kemarin, kepada muridnya, Timotius, yang diperingati pada hari ini. Kalau Anda membaca pesan itu dalam Kitab Suci berbahasa Indonesia, Anda akan mendapati kata terakhir dari Read more
-

Racun
Bayangkanlah Anda menemukan lampu Aladdin dan karena jin di dalamnya begitu murah hati, Anda diberi kemampuan untuk mengusir setan, bicara dalam bahasa baru, tidak celaka bahkan ketika minum racun maut [celakanya setelah minum🤭], menumpangkan tangan kepada orang sakit dan orang sakit itu sembuh. Saya tak tahu apa yang Anda bayangkan, tetapi setelah Anda menyadarinya bahwa Read more
-

Manusia
Karena Allah itu misteri yang tak terpecahkan, kerap orang beragama sekadar memberi kualifikasi pada-Nya dengan kata “maha” untuk segala jenis sifat yang dianggap baik. Jadilah: mahabaik, mahamurah, maharahim, maha mendengar, mahatahu, mahakuasa, dan seterusnya. Akan tetapi, kalau orang kemropok pada mereka yang tampak sok kuasa, lantas berujar dalam hati dengan gaya Jawa “titènònò kowé” alias “awas Read more
-

Menyenangkan
Dari premis deskriptif hanya dapat diperoleh kesimpulan deskriptif. Misalnya, premis mayornya berbunyi “semua yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa adalah orang gila”. Premis minornya berbunyi “Giblig dirawat di Rumah Sakit Jiwa”. Jadi, kesimpulannya juga deskriptif: Giblig adalah orang gila. Kalau kesimpulannya normatif (misalnya: memang seharusnya Giblig dirawat di Rumah Sakit Jiwa), berarti logikanya ngawur. Logika Read more
-

Konektor
Secara teoretis, tujuan hidup orang beriman itu sederhana banget: hidup bersama Dia dan mewartakan kebersamaan itu dalam relasinya dengan panci, cangkir, komputer, meja-kursi, ikan, tanaman hias, adik-kakak, (mantan) pacar, suami, istri, mertua, anak-anak, tetangga, Pak RT, dan seterusnya. Sesederhana itu, apa pun status sosial, jabatan atau kedudukannya. Orang boleh saja bercita-cita dan sekuat tenaga berusaha Read more
