Author: romasety

  • Cinta Rese’

    Cinta Rese’

    Ada anekdot Jawa berupa dialog antara pasutri yang sudah lama menikah. Si suami tidak yakin dengan umur istrinya apakah sudah lima puluh atau belum. Sang isteri bertanya balik kenapa kok menanyakannya, apakah mau membuat pesta khusus untuk lima puluh tahun itu. Si suami menjawab,”Bukan, kalau memang sudah lima puluh, mau…

  • Anytime Now

    Anytime Now

    Orang fanatik atau fundamentalis pada umumnya adalah korban indoktrinasi atau propaganda. Fanatisme makanan tidak sebahaya fanatisme agama, yang selain menjijikkan, berpotensi menghancurkan. Ini tak terbatas pada relasi antaragama, tetapi juga intraagama sendiri bisa muncul fanatisme. Kenapa ya? Tentu saja karena orang-orangnya! Fanatisme bukan persoalan agama, ras, suku, bahasa, melainkan soal orang-orangnya…

  • Mending Jadi Kafir?

    Mending Jadi Kafir?

    Hari ini Gereja Katolik memperingati seorang tokoh jadul bernama Lukas, salah seorang kontributor kompilasi Injil, yang tak terbilang dalam dua belas rasul [dulu waktu masih terlalu bego’ saya mengira dia adalah salah satu dari 12 rasul], tetapi bisa dimasukkan dalam kelompok ‘tujuh puluh murid yang lain’ (karena angka tujuh puluh…

  • Robot Cinta Eaaa

    Robot Cinta Eaaa

    Sudah sejak lama di negeri tercinta ini Allah diseret masuk dalam panggung politik. Itu menjijikkan. Teks hari ini menyajikan upaya orang banyak supaya Yesus dari Nazareth itu intervensi dalam politik bagi-bagi warisan. Ini juga menjijikkan. Saya sendiri takut kepada orang yang secara lantang menyeret Tuhan dalam keputusan yang dia ambil…

  • Doa Menyinyirkan Keadilan

    Doa Menyinyirkan Keadilan

    Duluuuuu banget, ketika jauh lebih bego’ dari sekarang, saya memahami frase ‘berdoa dengan tidak jemu-jemu’ dengan kerangka kuantitatif. Artinya, berdoa terus menerus, tiada henti, sesering mungkin, baru berhenti berdoa kalau mau mandi, makan, nonton bal-balan, belajar, dan sebagainya. Memang betul begitu, kan? Namanya tidak jemu-jemu ya gak bosen-bosen. Kalau gak bosen ya terus…

  • Tiada Ampun bagimu

    Tiada Ampun bagimu

    Yang privat tidak selalu personal, apalagi yang publik. Begitu masuk ranah publik, orang berhadapan dengan sesuatu yang impersonal: struktur, sistem, ideologi, conditionings, prasangka, asumsi, dan sebagainya. Contoh sederhana ialah rasa grogi seseorang yang hendak menampilkan dirinya di depan publik. Di kamarnya sendiri ia bisa menghadapi cermin untuk berorasi dengan berapi-api, ia…