Author: romasety

  • Tuan Anjing

    Tuan Anjing

    Jika Anda berkunjung ke tempat sahabat dan anjingnya menggonggong gak karuan, Anda tak perlu takut kepada anjingnya saat sahabat Anda di situ. Kenapa? Karena tuan dari anjing itu ada di situ dan si anjing hampir bisa dipastikan di bawah kontrol tuannya. Dengan satu gerakan tangan atau satu teriakan saja ia…

  • Jangan Ngikut Orang Kristen

    Jangan Ngikut Orang Kristen

    Hari Minggu kemarin disajikan bacaan yang menyinggung soal ‘mengikuti Kristus’ (yang tidak identik dengan beragama Kristen atau Katolik) dan hari ini disodorkan teks yang mirip, tetapi dari buku yang berbeda. Kemarin diambil dari tulisan Lukas, hari ini dari tulisan Matius. Kita ingat, Lukas menuliskan bukunya untuk orang-orang pagan (yang waktu…

  • Mau Tunggu sampai Kapan?

    Mau Tunggu sampai Kapan?

    Andaikan di dunia ini ada 5 milyar orang, kiranya ada 5 milyar kisah cinta dan dalam 5 milyar kisah itulah ada panggilan untuk mengikuti Kristus (yang tidak secara langsung terhubung dengan agama Kristen). Dalam 5 milyar kisah cinta itu juga terdapat panggilan yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad untuk menyerahkan hidup…

  • Long Distance Faith

    Long Distance Faith

    Saya bukan warga negara Inggris atau Skotlandia, bukan pembela kanselir Jerman, juga bukan pembela Paus Fransiskus, bukan pula promotor Uni Eropa (siapalah saya ini, halah…), tetapi referendum Brexit mengejutkan saya. Gak ngaruh, Mo, mbok arep referendum Brexit po Prexit kan Romo ya tetap makan tempe garit! Betul sih, tapi ini…

  • Hidupku Proyek-Mu, Hidup-Mu Proyekku

    Hidupku Proyek-Mu, Hidup-Mu Proyekku

    Beberapa hari yang lalu BBC menyajikan liputan lifestyle yang mulai marak di Jepang: less is more, minimalism in Japan. Videonya bisa dilihat pada tautan ini. Orang mencukupkan dirinya dengan apa yang esensial. Inspirasinya datang dari filsafat Zen. Artinya, orang tak perlu agama untuk menghidupi lifestyle minimalis ini. Filsafat sudah memberi fondasi…

  • Rahmat Murahan

    Rahmat Murahan

    Kata ‘murahan’ berkonotasi jelek, pun kalau diterapkan dalam refleksi hidup umat beriman. Bukankah rahmat itu sendiri berarti gratis? Orang gak perlu membayar mahal untuk mendapatkan rahmat! Cukup ia komat-kamit mendaraskan rumus yang sudah diajarkan guru rohani, njuk nanti ia dapat pencerahan: kedamaian, ketenangan, kebahagiaan, rasa cinta, dan macam-macam lagi. Kok…