Author: romasety

  • Mau Jus Valak?

    Mau Jus Valak?

    Dengan segala hormat kepada yang menjalankan puasa, maafkan saya karena hari ini tak bisa memilih ilustrasi selain dari minuman. Sewaktu saya melakukan outing ke Papua (buset, tinggalnya di mana, outingnya ke mana; tiketnya empat kali lipat harga tiket ke Bangkok pulang pergi), saya melintasi wilayah yang panas sepanas-panasnya. Kehausan melanda…

  • Puasa Maksimal

    Puasa Maksimal

    Anda sudah dengar istilah Golden Rule, entah bagaimanapun rumusannya. Konfusius, misalnya, merumuskan kebaikan maksimum dengan nasihat ‘jangan lakukan kepada orang lain yang kamu tak inginkan orang lain lakukan padamu’ (Analect 15.23). Zoroaster mengatakan kurang lebih ‘jangan lakukan kepada orang lain yang harmful bagimu sendiri’. Jainisme memformulasikan ‘A man should wander…

  • Sabar Ya, Bu’

    Sabar Ya, Bu’

    Gak ada dosa orang lain yang tak jadi tanggung jawab Anda. Loh, piye to Romo, ki? Kemarin bilangnya tiap orang mengambil tanggung jawab atas hidupnya sendiri, kok sekarang bilang dosa orang lain juga tanggung jawab kita alias kita juga bertanggung jawab atas dosa orang lain? Aneh, ésuk dêlé soré témpé!…

  • Kalau Mau…

    Kalau Mau…

    Kerap kali sewaktu hepi-hepi, orang tak jatuh dalam ‘dosa’ pembanding-bandingan. Baru kalau hidupnya susah, dia akan mulai membanding-bandingkan: kok orang lain lebih enak ya nasibnya, kok hidupku susah begini gak kayak tetangga sebelah yang bisa punya ini itu, kok hidupku nelangsa begini ya, kok temanku enak saja ya bisa korupsi…

  • Tak Ada Tuan Selain Mamon

    Tak Ada Tuan Selain Mamon

    Seorang mahmud bisa saja mempertanyakan apakah ia mendapat pahala dari segala pengorbanannya (tenaga, waktu, materi, karir) untuk keluarga. Mungkin baik juga pertanyaan itu didekati dengan dua bacaan hari ini. Yang pertama melanjutkan kisah kemarin: Yoas memimpin negerinya secara buruk, terutama karena ia seperti terlepas dari kontrol agama sepeninggal imam Yoyada.…

  • Kedip-kedip atau Melotot?

    Kedip-kedip atau Melotot?

    Entah di mana Gandhi pernah berkata (Gandhi yang mana juga saya tak tahu): kemakmuran itu diperlukan sampai pada titik ia jadi halangan. Di balik penciptaan kebutuhan yang tak terbatas (pinter-pinternya litbang produsen atau bodoh-bodohnya orang yang konsumtif) terdapat perangkap. Mungkin perangkap itu bernama materialisme, yang membuat kepuasan sensorik alias inderawi orang…