Author: romasety
-

Nabi… Bir Lu
Kita bisa bikin program audisi untuk pengkhotbah cilik, misalnya, tetapi kita takkan bisa memproduksi nabi (kecuali nabi adalah sejenis makanan). Nabi adalah sosok pribadi yang berbicara atas nama Tuhan: Tuhan meletakkan Sabda-Nya dalam hati orang dan kemudian pada mulutnya. Seorang nabi tak pernah bisa ‘tenang-tenang’ berdiam diri persis karena Sabda…
-

Ekshibisionisme Agama
Ekshibionisme biasanya dimengerti dalam ranah psikoseksual, tetapi juga bisa dipakai sebagai perspektif untuk melihat hal-hal tak senonoh dalam agama. Loh, mosok ada ketidaksenonohan dalam agama? Haiya jelas adalah! Bukankah agama hendak menyodorkan yang senonoh dan seringkali gagal? Kalau yang senonoh tadi gak nongol, jadinya yang gak senonoh yang tetap nongol.…
-

Perluas Batas Sesama
Seandainya agama memang berasal dari Allah, ia tentu bekerja seperti Allah bekerja, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik, dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Tapi apa mau dikata, karena agama itu tak imun dari orang-orangnya, akhirnya cara kerjanya juga…
-

Dah Salah, Ngotot Lagi…
Perkawinan apa yang menjengkelkan, menyebalkan, atau menjijikkan? Silakan cari sendiri tetapi ini jelas bukan soal perkawinan antarlelaki atau antarperempuan, melainkan perkawinan tertentu antara unsur-unsur moral dan pengetahuan dalam diri seseorang. Pengetahuan di sini bukan semata soal IQ atau hasil TPA-nya, melainkan soal yang sekarang kerap disebut sebagai EQ (Emotional Quotient)…
-

Merazia Tuhan
Video razia warung belakangan ini menjadi viral dan konon aliran dana untuk pemilik warung itu mencapai ratusan juta rupiah. Kepedulian netizen itu fantastis ya; daripada cuma berwacana (misalnya menulis blog, ehem), lebih baik berbuat sesuatu. Iya sih, tapi berbuat sesuatu tanpa fokus pada akar persoalan kiranya juga seperti mengatasi kebakaran…
-

Tuhan Aja Gak Maksa
Beberapa tahun lalu Paus Fransiskus mengutarakan pernyataan berkenaan dengan relasi dengan ateis yang membuat beberapa pihak bereaksi seturut cara mereka menafsirkan wacana. Saya kopikan di sini rekaman kotbahnya dalam salah satu perayaan Ekaristi. Anda tak perlu mengerti bahasa Italia untuk menangkap pesan pokoknya. Masukkan saja judul klip itu (Papa Francesco…