Category: Daily Reflection
-

Bukan Bu Tejo
Akhir pekan ini mungkin Anda terhibur dengan gerakan aksi menyelamatkan Indonesia, yang mendapat tanggapan gerakan lain yang hendak merapatkan Indonesia tanah air. Lumayan buat hiburan; banyak orang butuh panggung, yang mungkin malah dicari untuk memperlihatkan kualitas kentangnya, seperti hapé keponakan saya yang sering disebutnya hapé kentang. Saya tidak yakin bahwa pengusung…
-

Masker Cinta
Saya melakukan snorkeling pertama kali tahun 2011 di Gili Air, Lombok. Tak ada instruktur yang mengajari saya bagaimana menggunakan snorkel itu, dan saya kira perlengkapan snorkeling yang saya pakai itu agak primitif. Hanya kacamata renang dan sedotan plastik ukuran besar gitu. Hidung dan mulut tak tertutupi apa-apa, tetapi mulut mesti…
-

Makan Bareng
Saya tak tahu apakah sebagian besar keluarga zaman now bisa makan malam bersama di rumah atau apes-apesnya di rumah makan. Saya kira, itu sangat menyenangkan (kalau tidak menyebalkan, bergantung relasi orang-orangnya di situ), dan mungkin bisa jadi cerminan hidup keluarga di zaman Guru dari Nazareth. Katanya, keluarga-keluarga di sana itu…
-

Syukurlah…
Kalau Anda menilai orang lain, Anda tidak menunjukkan kenyataan orang lain, tetapi memaparkan perspektif Anda. Apalagi, kalau Anda mengevaluasi Allah: yang tidak mendengarkan, tidak peduli, tidak adil, atau sebaliknya: mahabijak, mahaadil, peduli, pendengar, dan seterusnya. Entah negatif atau positif, penilaian terhadap Allah tidak menyatakan hakikat Allahnya sendiri, tetapi mempertontonkan cara…
-

Upah Kemerdekaan
Dengan dua judul berturut-turut “Ndhèrèk Langkung” dan “Dunia Orang Merdeka” kemarin, insight bacaan hari ini mungkin sudah bisa dikondisikan sejak awal: hendaklah semua properti duniawi, entah sedikit atau banyak, tak menyeret orang beriman untuk numpang lewat dengan jadi pribadi yang sungguh merdeka. Jadi, sebetulnya ya sudah cukup itu saja, tak usah…
