Category: Daily Reflection
-

Batu Banget
Hari ini saya terkesan pada jawaban Guru dari Nazareth yang ditanyai orang Farisi yang hendak mencobainya dengan pertanyaan apakah diperbolehkan laki-laki menceraikan istrinya dengan alasan apa saja. Mungkin seturut dugaan orang Farisi, Guru dari Nazareth menjawab sesuai Kitab Suci: yang dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia. Nah, di situ orang Farisi…
-

Disinfektan
Ini pengulangan pesan dua hari terakhir kalau orang mau menghidupi kenyataan ilahi: orang perlu menghindari pemahaman diri sebagai pusat dunia dan membangun persaudaraan yang melampaui ikatan primordial yang bersifat tribal. Akan tetapi, kenyataan ilahi seperti itu tak mudah diwujudkan karena bisa terjadi pengkhianatan, penodaan, pelecehan, penistaan persaudaraan sejati. Janji tinggal…
-

Masbro Mbaksis
Kemarin tidak saya sampaikan asumsi di balik kekerasan: orang menganggap diri sebagai pusat dunia, merasa diri lebih besar, aktor penting, lebih utama daripada makhluk lainnya. Makhluk lain hanyalah pemain latar yang boleh diabaikan, dibungkam, ditundukkan demi realisasi kepentingan dirinya. Bahkan kalau orang seperti ini jadi pagar, ia malah memakan juga…
-

Kekerasan Cinta?
Salah satu bahaya hirarki ialah bahwa jalur perhatian dan pelayanan tertuju pada kepentingan mereka yang berposisi tinggi, alih-alih kepada mereka yang berposisi rendah. Hal ini berpotensi menghambat perwujudan kepentingan bersama, untuk tidak bawa-bawa istilah Kerajaan Allah, apalagi jika mentalitas “silence and secrecy” (begitu kata superior saya) terpelihara baik-baik. Yang sekarang…
-

Ndhèrèk Gusti
Ini hari kesepuluh hitungan Lari Virtual Berbagi Kebaikan, dan sesuai rencana, setiap hari saya tambahi kurang lebih seratus meter. Jadi, jika pada tanggal 1 Agustus lalu saya mulai dengan 6,1 kilo, berapa kilometerkah jarak yang saya tempuh pada hari ini? Tujuh kilometer, Rom. Yak salah, karena pada hari kesepuluh dan…
-

Mati Hidup Ikut Aja
Ini kelanjutan catatan hari Senin lalu, Hijrah. Nota béné: kisah dalam teks bacaan hari ini, sekurang-kurangnya dalam keyakinan saya, bukan laporan peristiwa sejarah, melainkan refleksi teologis penulisnya. Maka, bahwa Guru dari Nazareth ke bukit dan berdoa seorang diri tak perlulah dibayangkan bahwa beliau ke bukit ini atau itu sendirian. Bahasa…