Category: Daily Reflection
-

Koneksi AC-DC
Dari manakah tendensi eksklusivisme agama? Mengapa agama menghidupi paradoks universal-eksklusif: mengklaim bahwa agamanya terbuka untuk semua orang, tetapi sekaligus mengeksklusi orang yang tak memeluknya? Teks hari ini berisi mission statement Guru dari Nazareth itu: misi universal untuk membebaskan, memerdekakan, merealisasikan keadilan bagi semua. Sebetulnya orang-orang sekampungnya setuju dan terpukaw atas…
-

Monumen Emas
Konon, satu talenta itu senilai emas Tugu Monas. Jadi ceritanya ada tiga hamba yang dikasih masing-masing lima pucuk Tugu Monas, dua pucuk, dan sepucuk. Total yang diserahkan tuan para hamba itu ada 400 milyar rupiah, atau katakanlah 240 milyar rupiah sajalah, toh cuma mengatakan. Hamba pertama dapat 150 milyar, kedua…
-

Free Rein Style
Kemarin diperingati seorang filsuf dan teolog abad ke-4 dari Aljazair yang bernama Augustinus. Salah satu frase yang dipakainya untuk menggambarkan masa lalunya adalah: he’s left to his own devices. Maksudnya itu seperti kalau Anda naik delman berkuda tanpa kusir dan Anda tak punya tali kendalinya. Kalau ada pun, belum tentu…
-

Determinasi
Kalimat penutup ulasan olah raga di salah satu media nasional kemarin sangat mengejutkan saya. Bahwa juara dunia ganda putra 2019 adalah pasangan Ahsan/Setiawan tidaklah mengejutkan saya karena melihat kematangan mereka (sok matêng lu Mo). Akan tetapi, bahwa atlet badminton sekarang hanya berlatih kalau ada pelatih alias tak menempa diri tanpa…

