Category: Daily Reflection
-

Scio qui credidi
Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk atau bahkan mrutu kamu singkirkan dari dalam minumanmu, tapi unta yang di dalamnya kamu telan! Kadang-kadang saya itu memang geleng-geleng terhadap Guru dari Nazareth itu dan itu mengapa muncul tulisan Orang Gila dari Nazaret. Kalau dia bikin metafora itu loh, bikin saya geleng-geleng, lebay. Tadi…
-

Skeptis terhadap Agama
Kemarin keponakan saya menyinggung soal paradoks toleransi dan hari ini bolehlah saya bocorkan singgungannya. Paradoks ini membantu orang untuk mengerti bahwa di kolong langit ini memang tak ada yang mutlak. Kalaupun yang mutlak itu bekerja di kolong langit, orang tak bisa menguasainya. Paradoks bekerja seperti bayangan: menjauh ketika dikejar, mengejar…
-

Agama Sempit
Kadang-kadang sebagai orang beragama saya malu karena agama yang menawarkan jalan keselamatan malah secara terang benderang mempertontonkan dirinya sebagai jalan kecelakaan. Agama yang menyodorkan model kemuridan justru jadi iming-iming model kemudaratan. Ini benar-benar tidak pandang bulu ayam atau bulu minke. Gak di Indonesia, gak di Jerman, bias mayoritas agama kuantitas…
-

Veni Vidi Vici
Mungkin sudah sejak Sekolah Dasar Anda mempelajari fatamorgana, termasuk dengan mengamati fenomena jalan aspal yang kubangan airnya secepat kilat lenyap meskipun sistem drainasenya buruk. Cukup dengan mendekatinya, kubangan air hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, bisa jadi loh orang tidak mendapatkan manfaat dari pengetahuan itu sampai ia kasmaran dan mendapati bahwa…
-

UAS Belum Selesai
Sebetulnya saya sudah bosan UAS; rasanya 75% hidup saya isinya ujian melulu, bahkan bacaan hari ini memuat tes juga.😂😂😂 Tapi apa daya, di medsos ya masih bersliweran soal UAS. Entah sampai kapan bangsa ini doyan politik identitas agama; mungkin sampai orang beragama ngerti betul apa itu agama sehingga tak kewowogên lagi.…
-

Menangisi Kegadisan
Setelah Gideon semalam kalah, teks bacaan pertama hari ini menampilkan sosok pemimpin lain: Yefta, yang bernazar bahwa kalau menang dan selamat sampai rumah, akan memberikan apa saja yang keluar dari pintu rumah pertama kali sebagai korban bakaran kepada Allah. Blaik, yang muncul pertama kali malah anak tunggalnya yang masih gadis…
You must be logged in to post a comment.