Category: Daily Reflection

  • Non Multa Sed Multum

    Non Multa Sed Multum

    Manakah yang lebih baik: duit berlembar-lembar tapi nilainya kecil atau duit selembar tapi nilainya besar? Ini bukan bahasan sensitif seperti posting kemarin, tapi jawabannya juga jelas gak-jelas, pasti gak-pasti: bergantung konteksnya. Menjelang lebaran kemarin saudara-saudari saya tiba-tiba jatuh hati pada lembaran coklat dan abu-abu sebanyak-banyaknya meskipun nilainya sepadan beberapa lembaran…

  • Cinta Agama, Yakin?

    Cinta Agama, Yakin?

    Meskipun saya seorang imam Gereja Katolik, pada tahun-tahun belakangan ini saya lebih sering ikut ibadat sebagai umat. Hitung-hitung untuk belajar sabar: terhadap khotbah pastornya yang ngalor-ngidul, terhadap ibadat yang tak mengalir, terhadap sesama umat yang rajin bermedsos selama ibadat, dan terhadap…. UANG! Memang kalau sudah berhadapan dengan makhluk yang satu…

  • Pastor Kesepian

    Pastor Kesepian

    Di tengah masyarakat yang penguasa hidup keagamaannya korup, omong kritis mengenai agama memang berisiko dicap sebagai penghujat, penista agama. Omongan macam itulah yang dilontarkan Guru dari Nazareth. Dia memang berani, kalau bukan nekad, menyinggung teks sakral secara kritis. Tentu maksudnya bukan untuk meniadakan teks sakral itu, melainkan untuk memperkaya pisau…

  • Bawel: Banyak Rewel

    Bawel: Banyak Rewel

    Kemarin sore saya mengikuti ibadat Ekaristi di rumah sakit, tetapi yang saya ingin ceritakan ialah parkir kendaraannya. Saya naik montor beroda dua dan mesti bayar parkir untuk dua jam pertama dulu: dua ribu rupiah. Setelah misa, saya tilik beberapa orang sakit sehingga parkir dua jam lebih sedikit. Maka, saya siapkan…

  • Menuhan

    Menuhan

    Saya kutipkan satu paragraf dari buku “Mata Air Keteladanan” tulisan Pak Yudi Latif: Sila pertama Pancasila berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Yang ditekankan di sini bukan tuhannya apa–karena itu urusan keyakinan agama masing-masing, melainkan “ketuhanannya”, yakni sikap “menuhan”; berproses meniru, mendekati, dan menjiwai sifat cinta kasih Tuhan. Apa pun agama…

  • Sumpah Paljing

    Sumpah Paljing

    Lagi-lagi tuntutan moral umat beriman ditunjukkan lebih dalam atau tinggi: bukan cuma menuruti larangan ‘jangan bersumpah palsu’, melainkan juga mempertimbangkan undangan yang lebih jauh untuk tidak bersumpah. Kenapa ya kira-kira kok bahkan bersumpah saja tidak direkomendasikan? Mari lihat misalnya proses sidang PHPU (Permintaan kepada Hakim untuk Pemilu Ulang #ehsalah) di…