Category: Daily Reflection

  • Hati yang Luka Akademis

    Hati yang Luka Akademis

    Untuk pertama kalinya kemarin saya mengikuti simposium internasional dengan antusias karena saya mau belajar dari ilmu sosial. Awal dan tengah rangkaian simposiumnya sangat inspiratif, tetapi akhir rangkaiannya membuat hati saya seperti diiris pisau karet. Cobalah seperti apa rasanya hati diiris pisau karet. Akhirnya saya mlipir meninggalkan ruang diskusi bahkan sebelum…

  • Echo Chamber

    Echo Chamber

    Dua hari ini saya mengikuti simposium mengenai masa depan ilmu-ilmu sosial. Bukan bidang saya sih, meskipun masih sodara dekat bidang saya, sama-sama anak humanities (yang seakan-akan mau diperlawankan dengan natural sciences padahal semua ilmu ujung-ujungnya demi manusia juga). Kebanyakan pembicaranya dari Indonesia, tetapi pesertanya kebanyakan dari Indonesia juga #lohpiyetotetapinyaabsurd [halah mau…

  • Dokter Laris

    Dokter Laris

    Saya kok semakin yakin bahwa bos besar roh jahat itu juga punya teknik kamuflase ataupun teknik distraksi, pengalihan perhatian, sehingga orang jadi gagal fokus, yo ayo. Bangsa ini bisa saja terpukau atau terbuai oleh kesuksesan penyelenggaraan Asian Games tetapi lupa melihat bagaimana mentalitas dibangun di balik kesuksesan itu, dan kemudian…

  • Anda Asli atau Tulen?

    Anda Asli atau Tulen?

    Anda kiranya pernah dengar nama Rhenald Kasali, guru besar manajemen pada Universitas Indonesia. Teks bacaan hari ini mengingatkan saya pada tulisannya beberapa hari lalu: Orang-orang Kaya yang Mengaku Hidupnya Makin Sulit. Silakan baca, menarik, lupakan posting blog hari ini dan percayalah bahwa tulisan itu bisa jadi kerangka untuk mengomentari teks…

  • Ini 212 Beneran

    Ini 212 Beneran

    Tadi malam saya menonton film aksi-komedi berjudul 212 Warrior. Apa yang Anda harapkan dari film aksi-komedi? Ya entah. Kalau saya sih, memang sengaja menontonnya di bioskop untuk merasakan sinematografinya dan barangkali kesablengan-kesablengan yang menghibur atau bisa mengundang tawa. Syukurlah saya masih bisa tertawa, karena kalau tidak, bisa jadi saya sedang…

  • Jojo Aku Padamu

    Jojo Aku Padamu

    Di penghujung milenium lalu saya sempat dihantui rasa bersalah karena tidak mengembangkan talenta saya (saking banyaknya #AsêmSombongéRèk). Selepas SMA, saya melepaskan kebiasaan berlatih biola, flute, atau organ [lha wong ora duwé]. Paling mending organ, masih beberapa kali memakainya untuk mengiringi teman-teman menyonyo. Akan tetapi, kemampuan membaca thokolan not balok untuk…