Dokter Laris

Saya kok semakin yakin bahwa bos besar roh jahat itu juga punya teknik kamuflase ataupun teknik distraksi, pengalihan perhatian, sehingga orang jadi gagal fokus, yo ayo. Bangsa ini bisa saja terpukau atau terbuai oleh kesuksesan penyelenggaraan Asian Games tetapi lupa melihat bagaimana mentalitas dibangun di balik kesuksesan itu, dan kemudian mentalitas korup kembali berjaya karena Asian Games sudah lewat.

Teks bacaan hari ini menarasikan guru dari Nazareth yang diusir dari tempat asalnya sendiri dan kemudian ia bertolak ke Kapernaum. Kenapa ke Kapernaum, sudah saya singgung pada posting Kutukan Di, yang sepertinya, kalau tak salah penerawangan saya, Anda belum baca [maafkan kesotoyan saya]. Saya tak tahu pasti apa yang dimaksud teks hari ini mengenai roh-roh jahat yang diusir guru dari Nazareth itu. Kata tetangga saya yang seorang uskup, mereka ini bisa merasuki hidup orang untuk mengganggu fungsi fisik maupun psikis. Akan tetapi, kalau kita pikir soal distraksi tadi, saya rasa kita tak jauh dari pengertian teks bacaan hari ini.

Roh jahat yang disebutkan dalam teks hari ini bukan roh yang aneh-aneh, roh yang di luar pengetahuan kita. Sebaliknya, kita kenal baik roh itu karena bisa jadi mereka tinggal dalam diri kita juga: roh lèlèh luwèh alias tak peduli, gosip hoaks binti fitnah, cinta diri, takut dikucilkan, takut tak dianggap penting oleh orang lain, menyangkal kebenaran, ketidakpercayaan yang menuntun pada kekerasan, kebencian, balas dendam, dan sejenisnya. Semuanya diam-diam merusak relasi antarmanusia, tetapi itu dikamuflasekan oleh bos roh jahat itu dengan beberapa kejadian spektakuler yang lebih menarik perhatian orang. Tak mengherankan, aksi para dukun bisa lebih menyita perhatian orang beriman daripada upaya untuk membebaskan diri dari aneka roh jahat tadi. Kalau begitu terus, bos roh jahat itu mudah mencapai tujuannya, menjauhkan orang dari roh-roh baik yang dikepalai gusti Allah sendiri.

Teks bacaan hari ini menyampaikan indikasi bahwa untuk mengusir roh yang membuat distraksi tadi, orang beriman semestinya berusaha juga membangun persahabatan dengan Tuhan, lewat agama sendiri, lewat agama lain, atau bahkan lewat kepercayaan yang berbeda. Pokoknya, fungsi fisik dan psikis orang bisa berjalan sewajarnya sebagai makhluk Sang Khalik. Kekuatan luar biasa yang ditaati bahkan oleh roh jahat itu berasal dari iman dan persahabatan dengan Tuhan tadi. Sayangnya ya tak sedikit orang yang memelihara roh jahat malah mencari kekuatan dari ketua RT roh jahat dengan aneka terapi yang ditawarkannya. Ha rak yo semakin terjerembap dalam kewarganegaraan roh jahat toh?

Jadi maksudnya Romo ini gimana ya? Ya gak gimana-gimana. Kalau fungsi fisik dan psikis gak jalan, coba periksa jangan-jangan sedang memelihara aneka roh jahat tadi yang sudah disebut di atas itu dan mungkin masih ada yang lainnya. Hahaha… ngapain ribet Mo, tinggal ke dokter aja, apalagi yang sudah doktor, ntar sembuh.
Kalau sebelum ke dokter sudah bisa sembuh kan bisa lebih irit toh, duitnya bisa dipakai untuk traktir healthy food gituloh. Wis sak karêpmulah….

Tuhan, beranikan kami untuk bersahabat dengan-Mu. Amin.


SELASA BIASA XXII B/2
4 September 2018

1Kor 2,10-16
Luk 4,31-37

Selasa Biasa XXII A/1 2017: Adegan Panas
Selasa Biasa XXII C/2 2016: Omong Kosong
Selasa Biasa XXII B/1 2015: Gayanya Sih Boleh

Selasa Biasa XXII A/2 2014: Manusia Utuh Butuh Titik-titik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s