Category: Daily Reflection
-

Kelak Poliandri?
Pada kolom comment fesbuk saya muncul pertanyaan penting untuk posting mengenai hancurnya paradigma keluarga modern yang baru akan saya bagikan hari ini. Yang bertanya ini rupanya memang visioner dan pertanyaannya tidak mudah saya jawab, tetapi rupanya ada dalam teks bacaan hari ini. Pertanyaannya terkait dengan kalimat bahwa free sex posmodern memuat kesalahan metodologis: apa sih kesalahan…
-

Sekarang Poligambar
Kemarin sudah saya perkenalkan poligama, teman poligami, kepada Anda. Entah bagaimana, bacaan hari ini cukup eksplisit melawannya. Kasihan juga sih baru dikenalin dah langsung didemo, tapi ya gimana lagi, tugas saya cuma menyuarakan apa yang perlu disuarakan jé. Poligama ini mencampuradukkan politik dan agama, sedangkan teks bacaan hari ini jelas…
-

Kenalkan: Poligama
Meskipun saya fans Jerman, impor bak sampah bikinan Jerman tidak begitu saja membuat saya bersenang hati. Bukan karena bak sampah itu diimpor untuk ibu kota dan bukannya kota istimewa tempat saya tinggal, melainkan karena itu menggathukkan asumsi lain: apa yang jadi sampah di negeri maju malah dianggap berkah di negeri…
-

Hidup Berdampak
Berhubung hari ini kesiangan lagi, saya contek khotbah tetangga saja deh. Dimulainya dengan pêté, cuma ceritanya beda dengan versi saya. Saya cerita versi saya saja. Konon di sebuah warung makan yang sangat laris di kalangan mahasiswa/i, duduklah saya bersama kerabat dan handai taulan untuk makan nasi goreng legendaris [piye jal nasi…
-

Lèlèh Luwèh
Kemarin saya dapat kiriman dari seorang temin, sebuah peta agak buta, tapi warna-warni. Ini petanya saya bagikan di sini. Andaikanlah peta itu berlaku saat ini, itu artinya sejak berdirinya NKRI, benih radikalisme juga ikut tumbuh subur. Secara sepintas terlihat ada lebih dari separuh gagasan intoleran tersebar di kalangan pelajar. Lha,…
-

LIMA
Apakah Anda tahu bahwa butir-butir Pancasila sekarang ini sudah beranak pinak jadi 45? Dulu saya cuma menghafalkan 36 butir dan sebelum ’98 sudah lupa apa saja butir itu. Tentu karena sudah terwujud dalam pikiran dan tindakan dong, hahaha. Tetapi ini serius, bukan soal gaji ratusan juta untuk mengurusi Pancasila (yang…