Category: Daily Reflection
-

Malu Beragama?
Menurut Tertulianus, kata tetangga saya, teks hari ini adalah sintesis seluruh kabar gembira. Jadi, janjané, orang gak perlu susah-susah beli Kitab Suci tebal dan mahal ya [lagipula ujung-ujungnya cuma ditaruh di lemari, hayo ngaku, mosok ditaruh di magic jar], cukup punya atau hafal teks hari ini saja yang isinya doa…
-

Sacred Proxy War
Saya yakin Anda pernah dengar istilah proxy war atau perang proksi. Menurut KBBI daring, proksi adalah “pihak lain yang oleh seorang pemegang saham ditunjuk dan diberi wewenang untuk mewakilinya dan untuk melakukan segala sesuatu yang diperlukan atau diminta dalam rapat umum pemegang saham”. Karena ini bukan blog ekonomi atau teknologi atau analisis…
-

Kerendahhatian Képologis
Epistemological humility kelihatan sangar. Sederhanakan saja epistemologi sebagai kepologi, ilmu perkepoan, sehingga epistemological humility jadi kerendahhatian orang kepo. Apa pentingnya kerendahhatian kepologis? Ini penting demi identitas kekepoannya sendiri. Kalau orang kepo tak rendah hati, ia malah berhenti jadi kepo, tak ngerti batas kekepoan. Ujung-ujungnya, ia bisa mengklaim punya pengetahuan final, komplet, utuh, sempurna, dan sejenisnya. Padahal, ini slogan kerendahhatian…
-

Pantang Internet?
Anda mungkin masih ingat sekelompok onta, begitu teman saya menyebutnya, yang hendak memboikot medsos buku wajah. Saya tak mengikuti berita bagaimana mereka memboikotnya, mungkin dengan login lalu segera logout, atau install aplikasi lalu menguninstallnya, atau entah bagaimana. Pokoknya, maksudnya mereka mau putus hubungan dengan medsos produk Barat itu. Ada baiknya juga loh belajar dari kelompok…
-

Tiada Agama selain Jalan
Setiap orang yang mau meneladan gurunya, dia mesti menyangkal dirinya, menanggung kesusahannya dan mengikuti gurunya itu. Coba kalau yang menyangkal dirinya malah si guru, apa murid ini gak malu? “Siapa lu?” Bayangkan kalau guru karate terus-menerus mematahkan baja untuk muridnya setelah ia memberi contoh, njuk kapan belajarnya si murid? Pokoknya, si murid itu mesti…
