Category: Daily Reflection
-

Puasa dari Valentine
Anda pasti tidak bisa membaca tulisan נְדָבָה, bahkan dari cara melihatnya saja sudah ketahuan bahwa Anda tak bisa membacanya. Kalau Anda bisa, berarti saya salah [gitu aja kok repot], hahaha… Saya juga tidak bisa membacanya, tetapi zaman now memungkinkan saya mendapat informasi mengenai tulisan asing itu. Itu karakter Ibrani yang dalam…
-

Jogja, Kamu Bisa!
Memang tidak mudah membesarkan hati orang yang minim kepercayaan diri, seperti membuka hati orang yang hidup keagamaannya dangkal. Kenapa? Karena keduanya bisa mengambil wujud yang persis bertolak belakang. Orang minder memanifestasikan kesombongannya. Orang culun mengedepankan kepintaran versinya sendiri seakan-akan itulah kebijaksanaan tertinggi di semesta ini. Orang macam ini tak bisa mengevaluasi diri…
-

Godaan Yang Membahagiakan
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun. Itu bukan sapaan saya kepada Anda, juga bukan…
-

Masih Bisa Bernafas?
Dalam sebuah karya sastra dari Persia abad ke-13 (Gulistan of Sa’di), Sheikh Muslih-uddin Sa’di Shirazi menuliskan teks yang terjemahannya begini: Aku tak pernah mengeluhkan berganti-gantinya waktu atau berkeluh kesah atas tikungan-tikungan nasib kecuali saat aku bertelanjang kaki dan tak bisa mendapatkan sandal. Akan tetapi, ketika masuk masjid agung Kufah dengan hati…
-

Tanpa Hati Tak Happy
Masih lanjut bahasan kartu kuning Asmat kemarin, saya hendak menyitir pernyataan salah seorang mahasiswa kedokteran yang pernah PTT di Papua seperti dituliskan pada link ini: Melayani di Papua itu, menurut Yafet, kalau tak ikut menggunakan hati sulit. Apalagi kalau sekedar money oriented, pasti bakalan dongkol dan menggerutu dalam bekerja sehari-hari.…
-

Ke Asmat Ah…
Ketika saya berkesempatan tinggal di tanah Papua, cuma untuk sebulan, saya bertemu seorang pastor yang sudah sekian puluh tahun tinggal di Asmat. Bisa saya bayangkan bagaimana banyaknya nyamuk di sana dan kok ya bodohnya saya tanya apakah di sana banyak nyamuk penebar malaria. Katanya di sana itu kita tinggal mengoles…