Category: Daily Reflection
-

Ilmu Melintir
Kata-kata itu gratis dan nilainya bergantung pada bagaimana orang menggunakannya. [Coba kalau setiap kata ada harganya, njuk mesti bayar berapa lagi untuk bikin posting di blog ini ya? Membacanya gratis, nulisnya mbayar, hahaha…] Begitu pula Kitab Suci, apapun teologinya, kata-kata di dalamnya gratis, lha wong dulu bikinnya juga cuma-cuma, rasa[h] mbayar. Tapi kok njuk untuk…
-

Darma Kehidupan
Ada tiga perumpamaan mengenai Kerajaan Allah yang disodorkan dalam bacaan hari ini: seumpama harta yang tak sengaja ditemukan, seumpama mutiara indah yang dicari pedagang, dan seumpama pukat yang di dalamnya terdapat aneka ikan yang mesti dipilah. Perumpamaan yang ketiga ini lalu dipautkan dengan akhir zaman, saat malaikat memisahkan orang jahat…
-

Begins with A Smile
Anda mungkin pernah mendengar nasihat populer seperti ‘ikuti saja kata hatimu’. Nasihat mengikuti kata hati itu memang jadi bottomline bagi orang beriman. Pada saat orang beriman mengalami keraguan, kebimbangan, kegalauan untuk memutuskan sesuatu, mestinya ia kembali ke kata hati. Akan tetapi, mengikuti kata hati sama sekali bukan perkara gampang sekurang-kurangnya karena…
-

Bener Pinter
Andaikan engkau pinter memilih yang bener… Ini seperti lirik lagu dangdut yang mungkin bisa membantu orang untuk menilik kembali salah satu musuh orang yang mau setia kepada Allah. Bacaan pertama dikenal sebagai dekalog yang diterima pengikut agama sebagai perintah Allah yang berlaku umum. Tak gampang mengikuti perintah itu. Salah satu…
-

Galau Pembawa Berkah
Kalau Tuhan Perjanjian Lama itu diaudit, kiranya transparansinya tak perlu diragukan lagi. Setidak-tidaknya, Dia berniat baik supaya apa yang disampaikan kepada Musa juga didengar oleh semua orang. Ini kok beda dengan Tuhan yang disodorkan dalam bacaan kedua hari ini: Pribadi yang memakai metafora untuk bicara kepada manusia, dan metafora mengandaikan…
-

Thank You
Saya percaya bahwa kemuliaan Allah ada pada kemuliaan manusia dalam relasinya dengan kemuliaan semesta. Tidak ada jalan untuk memuliakan Allah selain memuliakan manusia dalam semestanya. Ini memang mengistimewakan manusia, sebagai makhluk berpikir, tetapi tidak menempatkannya sebagai penguasa semesta. Panggilan manusia untuk menaklukkan bumi (bdk. Kej 1,28) perlu dibaca dalam konteks…