Category: Daily Reflection
-

Joyful Joss
Gelaran akbar Asian Youth Day baru saja selesai dan pantaslah setiap anggota panitia penyelenggara merayakan kelelahan mereka. Ada yang merayakannya dengan makan es grim dan bakmi godhog. Ada yang langsung tidur karena selama seminggu terakhir kurang tidur. Ada juga yang pergi pijat refleksi. Barangkali ada juga yang refleksi tanpa pijat karena hari…
-

Persekusi Lagi
Setiap kesaksian akan Kebenaran Ilahi punya konsekuensi logis berupa persekusi. Kenapa? Sudah cetha wela-wela bahwa memang begitulah kenyataannya. Maka sudah ditegaskan bahwa kalau orang mengalami persekusi, barangkali ia malah boleh berbangga atau lega karena jangan-jangan memang ia sedang berada dalam koridor yang benar. Pun kalau persekusi itu berujung pada kematian,…
-

About Being Interreligious
Sepertinya saya mengatakan being religious is now always being interreligious, tetapi keluarnya di media sosial bisa being religious is about being interreligious. Ya gak apalah, gak nyeleweng-nyeleweng amat sih, tetapi entah menyeleweng atau tidak, itu bukan ungkapan yang begitu saja mudah dipahami, apalagi dengan framing bacaan yang disodorkan hari ini.…
-

Tole Lan Si Plet…
Ada kalanya orang kesulitan memberi judul tulisannya, seperti biasanya saya alami, tetapi saat ini malah saya teringat judul tulisan yang isinya belum ada. Judul itu berbunyi tole lan si plet. Kalau orang tahu bahasa Jawa ya kira-kira ngerti kata ‘thole’ ‘lan’ dan ‘si’, tetapi lalu ‘plet’ jadi nama benda atau orang.…
-

Bahagianya Melayani
Baru hari Minggu lalu bacaan tentang harta terpendam disodorkan, sekarang nongol lagi versi singkatnya. Cuma diambil dua perumpamaan pertama yang menggarisbawahi keputusan orang dan pedagang untuk menjual segalanya demi mendapatkan harta terpendam dan mutiara terindah itu. Orang pertama menemukannya tanpa sengaja, barangkali saat bekerja di ladang orang lain [rada aneh juga kalau main…
-

Tak Melawan Tuhan, Tapi…
Kepo memang berguna, tetapi menahan rasa kepo barangkali menaikkan mutu. Para murid Yesus ya sama aja dengan orang-orang kebanyakan: sama-sama lelet untuk memahami. Hanya saja, mereka punya privilese sebagai murid untuk berkonsultasi dengan guru mereka tanpa kehilangan harga diri, tak perlu takut dicap o’on atau o’ot atau bodoh atau goblok…