Category: Daily Reflection

  • Konstitusional Sih, Tapi…

    Konstitusional Sih, Tapi…

    Ada orang yang memilih sesuatu sejauh kemampuan subjektifnya. Maksud saya, ia mau melakukan sesuatu sejauh menurut dirinya sendiri ia mampu melakukannya. Kalau menurut perhitungannya ia tidak mampu, ia takkan melakukannya. Ada orang lain yang tidak berpikir apakah ia mampu atau tidak, yang penting ia melakukan sesuatu yang memang harus dilakukan.…

  • Nyoblos Nomor Berapa Ya?

    Nyoblos Nomor Berapa Ya?

    Sebagian orang menantikan dengan antusias untuk nyoblos, sebagian lainnya adem ayem dan menyerahkan hidupnya kepada mereka yang antusias nyoblos karena pikirnya hidup ini toh akan berjalan begitu saja, sama saja, yang punya kuasa ya bakal korup dan seterusnya. Barangkali yang kedua ini merupakan hasil rezim otoriter dulu yang membuat orang…

  • Sabar…

    Sabar…

    Semakin sedikit yang kita punya, semakin banyak yang bisa kita berikan. Ini tampak absurd, tetapi begitulah logika cinta. Eaaa… ini bukan kata-kata saya, melainkan konon kata-katanya Mother Teresa dari Kalkuta. Ungkapan itu tak bisa dimengerti dalam level literal: orang punya modal dulu baru bisa bagi-bagi. Bukankah memang nemo dat quod…

  • Mbok Dibuka Saja

    Mbok Dibuka Saja

    Dinamika politik bangsa kita ini bisa bikin orang jengkel-jengkel gimana gitu karena pertarungannya melibatkan para mantan dan petahana yang dibumbui dengan komunikasi politik yang lucu via medsos atau blusukan. Yang satu mau menutup-nutupi, yang lain bisa jadi mau buka-bukaan (O, o, ya o, ya o, ya bongkar!). Jangan tanya siapa…

  • Markiza Hueks

    Markiza Hueks

    Kemarin ada orderan untuk menulis tentang mantan artis idola saya: Marissa Haque. Ia bukan mantan presiden, melainkan mantan artis, tapi bisa jadi sekubu dengan mantan presiden baperian. Saya tak peduli apakah ia nanti mencoblos nomer DUA atau tidak, tetapi saya terkejut ketika membaca berita (entah hoax atau bukan) bahwa beliaunya…

  • Bapernikus

    Bapernikus

    Saya hendak bertanya kepada Bapak Pesinden dan Kak Plori [pakè èp bukan èf]: kenapa hari gini masih ada saja orang yang main dukun di persidangan sehingga JPU-nya ngantuk, kenapa si penista agama itu menghalalkan segala cara untuk membuat saksi tidak kompak dan berdusta dalam persidangan? Wah, mboh deh, bikin baper aja! Tapi…