Susi Salah Asuhan Keleus

Sewaktu SD saya punya guru bernama Susi. Tak merokok, tak bertato, tampak awet muda, dan sekitar sepuluh tahun lalu saya bertemu, ia sudah mengenakan hijab di depan publik. Hanya telapak tangan dan wajahnya yang terlihat. Susi ini tidak terkenal namanya. Yang terkenal belakangan ini secara nasional adalah Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan. Mengapa terkenal? Silakan analisis sendiri.

Saya hanya mau mengangkat kembali soal pendidikan karakter yang di banyak tempat mengalami krisis. Tulisan njelimetnya saya sodorkan dalam tiga bagian: (1) problem/krisis keluarga modern, (2) keluarga posmo bukan solusi, dan (3) keluarga vital sebagai alternatif.

Yang ini tidak njelimet: ortu sekarang ini tampak gagap menghadapi perubahan mentalitas zaman. Kegagapan ini ditanggapi dengan dua ekstrem. Yang satu menunjukkan pembelotan terhadap otoritas agama: aturan agama hanyalah kekuatan heteronom yang menghapus otonomi pribadi manusia atas nama Yang Ilahi. Jadi lupakanlah agama dan biarkan orang menjadi dirinya sendiri!

Ekstrem yang lain menunjukkan kutub sebaliknya: apa-apa saja dinilai berdasarkan kaidah agamanya sendiri yang, sayangnya, tak dikritisi dan tak terbuka pada ilmu pengetahuan dan perkembangan zaman. Ada yang ngotot meyakini penciptaan berlangsung selama tujuh hari dalam kalender Gregorian, sebagaimana ada yang langsung menghujat orang yang merokok dan mabuk semata karena merokok dan mabuk dilarang dalam Kitab Suci.

Dengan pendekatan itu, orang cenderung, secara bawah sadar, memandang negatif Susi bertato dan menyanjung Susi berhijab. Maka bisa muncul harapan supaya Susi ini berhenti merokok dan bertobat! Alasannya, perilakunya ini bisa jadi contoh jelek bagi pendidikan anak dan kontradiktif dengan revolusi mental Jokowi.

Penilaian semacam ini muncul jika orang gagal fokus pada yang disebut mentalitas. Alih-alih berfokus pada cara merasa, berpikir, memandang persoalan dan bertindak, orang berfokus pada penampilan atau penampakan. Orang sudah jijik duluan terhadap perokok atau peminum bir atau alkohol, bahkan menilai pribadinya sebelum tahu benar cara berpikir orang tersebut.

Semua orang tahu bahwa pakaian tidak menentukan karakter seseorang. Peribahasa Italia mengungkapan L’abito non fa il monaco (The habit doesn’t make the monk). Untuk jadi pertapa, biarawan, imam, tak cukuplah orang memakai jubah pertapa atau biarawan. Identitas imam Katolik pun tak bisa diletakkan pada roman collar. Anda tidak akan menjadi orang Papua hanya dengan mengenakan koteka! Sebagaimana kita tak otomatis menjadi orang Jawa hanya dengan cara diblangkoni!

Trus, apa hubungannya ini dengan pendidikan karakter yang tadi saya singgung di awal?

Pengalaman bertemu dengan perokok yang santun mengingatkan saya bahwa fokus pada kepentingan bersama (keadilan sosial) jauh lebih penting daripada fokus pada penampilan, hobi atau selera orang. Bu Susi yang berhijab dan Bu Susi yang bertato kiranya sama-sama memiliki keyakinan hidup yang pantas dihargai. Mereka memilih dari kedalaman hati, bukan dari aneka conditioning yang disodorkan oleh orang lain atau lembaga.

Orang tidak akan dewasa hanya dengan penekanan pada seragam atau aturan. Orang juga tak berkarakter jika senantiasa diberi conditioning bahwa kesuksesan adalah aneka hal yang bersifat eksternal: penampilan, popularitas, besaran gaji, kepemilikian rumah-mobil mewah. Jika pilihan orang didominasi tolok ukur seperti itu, ia menjadi contoh yang baik bagi korban salah asuh: menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Orang yang berkarakter melihat hasil sebagai akibat suatu proses. Ia berfokus pada proses, bagaimana kedalaman hati menuntun dan menggerakkannya. Sedangkan orang yang tak berkarakter berfokus pada hasil. Ia mengabaikan proses demi hasilnya: pokoknya dapat ijazah, jadi pegawai negeri, punya gaji tinggi, dlsj…

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s