Ditinggal Malah Senang?

Sebelum berangkat tidur ini perkenankanlah saya ketik sesuatu untuk hari yang dirayakan Gereja Katolik Indonesia hari ini. Saya tidak hendak menguraikan dogma Maria Diangkat ke Surga, tetapi saya mengingat kembali apa yang beberapa hari lalu diterangkan oleh tour guide saya. Saya mulai dengan foto ini:

Foto itu berlokasi di bawah gereja yang diyakini sebagai situs tempat Bunda Maria tidur. Kalau saya tidak ngantuk saat mendengarkan uraian orang setempat, Bunda Maria itu sepeninggal guru dari Nazareth tinggal bersama para murid di rumah Yohanes dan pada saatnya ia pamit tidur dan ternyata tak bangun lagi. Sebagian teolog dulu meyakini bahwa Bunda Maria cuma tertidur begitu mendalam seakan-akan meninggal. Pandangan itu sulit diterima karena bahkan sosok Yesus Kristus pun diyakini mengalami kematian [mosok ibunya cuma tidur njuk diangkat ke surga?]. Para murid kemudian memakamkan Bunda Maria.

Akan tetapi, ceritanya mirip dengan cerita penampakan guru dari Nazareth itu kepada para murid: Thomas tidak ikut hadir sehingga ia tak percaya kata para murid yang lain bahwa Bunda Maria sudah dimakamkan. Ia tak percaya sebelum melihat jenazah Bunda Maria, maka ia meminta supaya pintu makam dibuka. Blaik… jebulnya pintu makam sudah terbuka dan tidak didapati jenazah Bunda Maria dan dari situlah dipercaya bahwa Bunda Maria diangkat ke surga. Gereja Ortodoks Timur, Gereja Katolik, dan beberapa Gereja Protestan merayakan kepercayaan ini setiap tanggal 15 Agustus.

Saya akhiri dengan foto melalui hape siomai saya. Maaf, kurang cahaya:
Biasanya digambarkan Bunda Maria menggendong anaknya, guru dari Nazareth sewaktu masih bayi. Akan tetapi, di situ yang menggendong adalah sosok Kristus, seakan-akan Maria jadi bayi. Saya kira ide pokoknya merujuk pada keyakinan bahwa Maria “diangkat” dalam kemuliaan abadi, bukan “terangkat” sebagaimana diyakini terjadi pada Yesus Kristus. Gambaran ini diletakkan di bagian mandorla [masih ingat, kan, gambaran mengenai arti kebangkitan Yesus? Ada di posting Don’t Worry be Happy Easter]. Ini adalah bagian yang dimensinya berbeda dari bagian lain. Kerennya kamera hape saya ialah kekurangan cahaya terjadi di bagian tengah ke bawah [oh itu karena tata pencahayaan ruangan itu yang keren ding].
Yang bagian kurang terang itulah dunia yang kita hidup sekarang ini. Artinya, tak perlu lagi ribut dengan dogmanya sendiri, tetapi bisa dimengerti bahwa kemuliaan kekal bukanlah tempat baru, melainkan kondisi baru, seakan-akan Bunda Maria lahir lagi, digendong oleh Putranya sendiri.

Apa yang bisa dipetik dari perayaan hari ini? Ingat saja para murid yang dulu ditinggal guru mereka naik dalam kemuliaan abadi: mereka tak bersedih, tetapi bergembira. Kenapa? Bukan karena ditinggal, melainkan karena kehadiran guru mereka tak lagi terbatas pada presensi fisik (penampilan, suara, aroma). Yang terjadi pada guru dari Nazareth juga terjadi pada Maria, tetapi juga pada seluruh umat beriman, ketika selesai berziarah di dunia ini: masuk dalam kemuliaan kekal yang tak lagi terkungkung oleh keterbatasan hukum fisik.

Tuhan, mohon rahmat supaya kami boleh mengalami kemuliaan-Mu dalam segala keterbatasan fisik usaha kami. Amin.


HARI RAYA SP MARIA DIANGKAT KE SURGA
(Hari Minggu Biasa XIX B/2)
12 Agustus 2018

Why 11,19;12,1.3-6.10
1Kor 15,20-26
Luk 1,39-56

Posting Tahun 2017: Maria adalah Kita
Posting Tahun 2016: Ngimpi Doa

Posting Tahun 2015: Kavling Badan di Surga

Posting Tahun 2014: Tolong Doa’in Prabowo Dong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s