Engkaulah Satu-satunya

Masih ingat kalimat terakhir klip video yang saya sisipkan di posting kemarin (Puasa Kampanye)? Kalau mau repot, silakan klik tautannya untuk melihat kembali. Kalau tidak mau repot, tanya saya saja, nanti saya jawab di sini, tapi bagi kebanyakan wanita, lebih baik jadi satu-satunya #loh.
Memang sebetulnya harapan kebanyakan wanita itu tadi rada-rada lebay sih, [yang bagian dari kebanyakan wanita silakan]: sudah diciptakan sebagai pribadi yang unik, masih juga maunya jadi satu-satunya. 😂😂😂 Tapi ya sudahlah, kita yang bukan wanita bisa mengerti maksudnya (loh kok malah ngrasani perempuan toh, Rom?).

Keinginan macam itu bisa saya pakai untuk memahami teks bacaan hari ini, dengan tagline “Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya” [tagline kok dawa banget].
Bagaimana memakainya?
Ganti saja “Aku” tadi dengan kebanyakan wanita yang rada-rada lebay tadi.
Maksudnya?
Berarti Tuhan itu seperti kebanyakan wanita yang rada-rada lebay tadi: maunya jadi satu-satunya. 

Kalau begitu, tagline “Barangsiapa bla bla bla” tadi, yang adalah kelanjutan atau konsekuensi dari penyangkalan diri dan pemanggulan salib ala Guru dari Nazareth itu, tidak perlu secara naif dimengerti bahwa Allah memang menginginkan orang beriman cari penyakit atau penderitaan. Tuhan macam apakah yang menginginkan penderitaan manusia? Tuhan yang aneh.
Tuhan yang tidak aneh justru adalah Tuhan yang seperti kebanyakan wanita yang rada-rada lebay tadi [sudah tiga kali loh, Rom, sekali lagi dhak tonyo kowe!]: ingin jadi satu-satunya. Akibatnya, di pihak orang beriman, bisa jadi sama: hidup susah, menderita, mengalami persekusi, dan sejenisnya.

Meskipun demikian, kalau orang sungguh beriman, ia akan melihat perbedaan dari kenyataan yang sama itu. Yang satu adalah penyakit yang dicari-cari orangnya sendiri; artinya, penderitaan dan kesusahan itu jadi tujuan yang dikejarnya. Yang lainnya adalah penderitaan dan kesusahan hidup sebagai konsekuensi cinta kepada ‘satu-satunya’ itu. Orang beriman melihat kenyataan dari perspektif yang kedua: penderitaan hanyalah sarana dan konsekuensi cinta kepada Dia yang pantas diperjuangkan dengan segala daya upaya. Maka, tagline panjang tadi di pihak Dia berbunyi: cintailah Aku sampai pada titik engkau tak peduli lagi kehilangan wajahmu bagi-Ku, ikutilah Aku sampai kau temukan bahwa Aku lebih layak dari apa pun di dunia ini.

Sayangnya kebanyakan wanita #ehhampirlupa, kebanyakan orang terlalu percaya diri, merasa sudah memahami misteri cinta dan lalu mengganti ‘Dia’ dengan dia yang lain. Dengan begitu, ‘Dia’ bukan lagi satu-satunya. Akibatnya, orang lebih nyaman dengan agamanya daripada dengan Tuhan, dengan pasangan hidupnya daripada dengan Kemanusiaan, dengan masa depannya daripada dengan Keabadian, dengan nafsu kuasanya daripada dengan Keadilan, dengan popularitasnya daripada dengan substansinya, dengan kesuksesannya daripada prosesnya, dan seterusnya. Orang-orang seperti ini tidak sedang menyangkal diri dan memanggul salib, tetapi menyangkal keilahian dan menyalibkannya.

Maka, pekerjaan rumah bagi umat beriman tetap tinggal: belajar mencintai Allah sampai pada titik tak penting lagi baginya bahwa ia akan kehilangan wajah dan bahkan nyawanya, karena di situlah ia menemukan nyawanya.
Ya Allah, mohon rahmat pertobatan supaya kami mampu menyatakan Engkaulah satu-satunya. Amin.


KAMIS SESUDAH RABU ABU
7 Maret 2019

Ul 30,15-20
Luk 9,22-25

Posting 2018: Tiada Agama Selain Jalan
Posting 2017: Susahnya Hidup ‘Untung’

Posting 2016: Paha(la) Bidadari?

Posting 2015: Gong Xi Fa Cai

Posting 2014: Animus cujusque is est quisque

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s