Firehose of Truth?

Lima tahun lalu kubu 01 melancarkan propaganda ala The Russian Firehose of Falsehood yang menyatakan bahwa terjadi kecurangan Pemilu secara terstruktur, sistematis dan masif. Propaganda ini berujung pada gugatan Pemilu ke Mahkamah Konstitusi dengan bukti-bukti yang diangkut dengan 15 kendaraan berlapis baja. Tentu kuat sekali kendaraannya, bukan buktinya.

Kemarin ini giliran kubu 02 yang melancarkan propaganda ala The Russian Firehose of Falsehood dengan menambahkan kata brutal. Propaganda ini terlalu lebay karena menurut mantan ketua Mahkamah Konstitusi, kecurangan bisa dilakukan pihak mana juga dan kesalahan input data di KPU begitu kecilnya sehingga tak mungkinlah ada kecurangan terstruktur, sistematis, masif, apalagi brutal.

Menarik, propaganda kecurangan ini tidak terikat pada nomor kubu, tetapi pada penghuni kubunya. Yang lima tahun lalu nomor 01, tahun ini nomor 02 dan polanya sama: sujud syukur atas kemenangan palsunya sembari menggelontorkan propaganda kecurangan terstruktur, sistematis, masif plus brutal, mungkin dengan harapan supaya orang yakin bahwa yang 45% quick count itu bangkit jadi 55%.

Teks bacaan hari merefleksikan situasi serupa meskipun tak sama. Pada tahun-tahun pertama setelah Guru dari Nazareth tiada, para murid berusaha menegaskan bahwa Guru mereka bangkit. Akan tetapi, kritik lawan-lawan mereka begitu terstruktur, sistematis dan masif untuk menangkal narasi kebangkitan. Maka dari itu, para murid mengumpulkan kembali narasi penampakan yang mereka alami.

Ada dua tipe narasi penampakan: (1) yang menegaskan keraguan dan penolakan para murid terhadap kebangkitan, dan (2) yang menekankan mandat Guru dari Nazareth dan misi kebangkitannya. Yang pertama disodorkan untuk menanggapi kritik dari luar: “Jangankan kalian, kami pun bukan orang naif yang percaya begitu saja pada kebangkitan”. Yang kedua menanggapi kritik internal untuk memberikan dasar misi, bukan dalam kualitas manusiawi yang kontroversial, melainkan dalam penerimaan otoritas Guru yang bangkit. Teks narasi hari ini menggabungkan dua tipe narasi ini.

Dengan narasi-narasi penampakan itu, para murid berusaha menangkal propaganda mereka yang tak percaya pada kebangkitan Guru dari Nazareth yang sudah mati disalib. Apakah mereka berhasil dengan narasi-narasi penampakan itu? Mungkin, bergantung pada tolok ukur keberhasilannya. Kalau tolok ukurnya adalah kepercayaan orang di luar kelompok para murid itu bahwa Guru dari Nazareth bangkit, saya kira usaha mereka menarasikan penampakan itu gagal.

Akan tetapi, kalau tolok ukurnya adalah misteri kebangkitan itu sendiri, saya lihat mereka berhasil karena sekurang-kurangnya saya bisa melihat bahwa bertahan dan hidupnya komunitas para murid itu di tengah-tengah propaganda brutal lawan-lawannya adalah suatu penampakan. Penampakan bahwa Guru dari Nazareth itu hidup dalam diri para muridnya. Bagi saya kebenaran narasi mereka jadi sekunder. Yang penting hidup mereka sinkron dengan pesan kebangkitannya sendiri. Perkara orang mau percaya atau tidak, itu urusannya dengan panggilan Allah sendiri.

Pesan kebangkitan dari Allah kiranya tidak hanya disampaikan lewat peristiwa Yesus. Kemarin sudah saya singgung dinamika kebangkitan dalam salah satu masyarakat adat. Poin narasi penampakan bukan lagi soal doktrin mengenai wafat dan kebangkitan Yesus dan narasi penampakan yang disampaikan para murid, melainkan soal apakah hidup Anda menampakkan misteri kebangkitan itu. Itulah penampakan yang sesungguhnya.

Ya Allah, mohon rahmat kekuatan supaya hidup kami tak kurang dari kebangkitan-Mu. Amin.


KAMIS DALAM OKTAF PASKA
25 April 2019

Kis 3,11-26
Luk 24,35-48

Posting 2018: Hantu Scooby-Doo
Posting 2017: Warga Baperian

Posting 2016: Takut Salam Damai
 
Posting 2015: Iman Infantil

Posting 2014: Ujung-Ujungnya Apa Nih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s