Guru Agama

Kuliah atau pelajaran agama seharusnya membiarkan Allah yang mendidik anak, bukan gurunya. Begitu kata seorang nara sumber dalam seminar sehari penuh kemarin. Agak nyentrik juga, yang mengatakannya justru pembicara dengan latar belakang filsafat.
Itu bukan hal baru, tetapi sudah cukup menyentil para pendidik yang lupa diri bahwa sebetulnya bukan cuma bahwa pelajaran agama seharusnya membiarkan Allah mendidik anak, melainkan juga bahwa pelajaran agama seharusnya mendidik gurunya!

Teks bacaan hari ini tidak menyangkut pelajaran atau kuliah agama, tetapi menunjukkan bagaimana semestinya substansi pelajaran agama diberikan. Bukan kompetensi blog ini untuk menyodorkan pedagoginya, tetapi cukuplah disebutkan di sini poin yang pantas dipertimbangkan sebagai substansi pelajaran agama itu. Ceritanya sederhana. Beberapa murid kembali menjalani hidup biasa sebagai nelayan, tetapi kali ini apa yang biasa itu tak menghasilkan apa-apa. Baru setelah Yesus Kristus hadir dalam apa yang biasa itu, pukat mereka menangkap begitu banyak ikan.

Artinya, bahkan kalau kebiasaan orang adalah hidup sebagai pendakwah, misionaris, dan sejenisnya, kemampuannya sebagai pendakwah atau misionaris atau guru agama atau apa pun istilahnya bukanlah segala-galanya. Betul bahwa mereka ini mesti piawai menerjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa yang nyambung dengan hidup konkret orang. Betul bahwa pewartaan mereka mesti memperhatikan perkembangan teknologi yang menarik bagi generasi baru. Akan tetapi, itu semua hanyalah benih. Yang menumbuhkannya adalah Tuhan sendiri, Roh Kudus, atau bagaimana lagi disebut.

Dengan demikian, pendidik atau pengajar agama tidak punya kompetensi untuk mengklaim hasil pekerjaannya. Kalau kembali ke perayaan Minggu Palma, mereka ini seumpama keledai yang ditunggangi Guru dari Nazareth, yang kalau tidak hati-hati jadi arogan atau ge er karena yang dielu-elukan bukan dirinya, melainkan Guru dari Nazareth itu. Menariknya, dalam seminar kemarin itu persis keledai ini yang muncul dalam menanggapi paparan para pembicara, yang memang bukan guru agama atau pendakwah. Ia menganggap para pembicara itu memberi kritik kepada guru agama yang jauh lebih mengenai situasi pendidikan agama.

Padahal, kalau sebentar saja ia mau berefleksi, mungkin saja ia menemukan bahwa dalam kritik para pembicara itulah justru bisa ditemukan bagaimana Tuhan menunjukkan jalan, dan bukannya malah mengukuhkan diri sebagai presiden #eh… sebagai agen kompeten yang tidak butuh mendengarkan orang lain.
Petrus dan kawan-kawannya mendengarkan masukan dari sosok yang diam-diam mereka tahu tetapi kurang yakin dan akibat mendengarkan pihak lain itulah, mereka mendapatkan kelimpahan.

Dengan demikian, mendengarkan Tuhan, mendengarkan Kitab Suci bukanlah soal mendengarkan suara gaib, melainkan mendengarkan suara batin yang kadang disentil juga oleh suara orang lain. Tentu saja begitu karena Tuhan bisa bekerja dengan aneka cara dan jika demikian, pendidikan agama semestinya jadi ajang bagi subjek yang ada di dalamnya (baik guru maupun murid) untuk saling mendengarkan dan menangkap apa yang sesungguhnya dikehendaki Allah dalam hidup mereka. Semakin kemampuan itu terasah, semakin hidup orang beragama berbuah. Kalau tidak, pelajaran agama cuma memproduksi robot ritual legal formal, kalau bukan penganut ekstremisme religius.

Ya Tuhan, mohon rahmat Roh Kudus-Mu supaya kami senantiasa peka mendengarkan panggilan-Mu lewat aneka hal di sekeliling kami. Amin.


JUMAT DALAM OKTAF PASKA
26 April 2019

Kis 4,1-12
Yoh 21,1-14

Posting 2018: You are beloved
Posting 2017: Mana Janjinya

Posting 2016: Cinta nan Luntur

Posting 2015: Liturgi (Kreatif) Biang Perpecahan?
Posting 2014: Blusukan ala Kristus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s