Susahnya Regenerasi

Kemarin ada tulisan mengenai persoalan regenerasi yang terancam. Pengurus partai ya itu-itu aja. Mengherankan juga. Kalau masa jabatan presiden saja dibatasi, mengapa masa jabatan pengurus partai tidak? Tentu itu kebijakan internal partai, tak perlu diurus negara, tetapi justru itu persoalannya. Zaman now, leadership bermodel karismatik bukan lagi primadona.

Kepemimpinan zaman now adalah kepemimpinan transformatif, dan kata “zaman now” tak perlu ditangkap sebagai tahun 2019 atau abad ke-21 karena kalau orang omong soal zaman, pasti orang menyinggung soal ruang juga dan di balik persinggungan ruang dan waktu itu ada mentalitas yang bisa berlaku sepanjang segala abad. Dengan kata lain, kepemimpinan transformatif itu sudah ada sejak zaman jebot.

Salah satu modal mentalitas kepemimpinan transformatif adalah yang disodorkan dalam teks bacaan hari ini. Musa yang berumur seratus sekian tahun itu diwanti-wanti bahwa dia tak akan memimpin bangsa Israel masuk tanah idaman. Dia menerima wanti-wanti itu meskipun secara teoretis dia bisa saja ikutan menyeberang Sungai Yordan untuk masuk ke tanah idaman. Lalu ia memberi encouragement kepada Yosua, penerusnya, untuk memimpin bangsa Israel masuk ke tanah idaman.

Berarti Musa lebih dahsyat daripada presiden kedua NKRI ya, Rom? Empat puluh tahun baru ganti, itu aja karena usianya dah uzur, bukan karena proses regenerasi.😂😂😂 Iya sih, tapi zaman Musa itu ga ada demokrasi. Adanya teokrasi, yang otoritas tertingginya ada pada Allah dan ujung-ujungnya terserah orang yang menang dalam konflik interpretasi aja. Hari gini teokrasi jadi naif. Hidup biasa sajalah, tak usah merasa diri punya akses langsung kepada Allah yang tremendum et fascinosum itu.

Nasihat untuk hidup biasa supaya masuk dalam ranah Kerajaan Allah itu disodorkan Guru dari Nazareth begini: make yourself as little as a child. Bagaimana littlenya, bisa dilihat dari yang dibuat Musa tadi. Menerima diri dan memberikan panggung kepada yang lebih muda, bukan untuk berlagak seperti penguasa, melainkan untuk bekerja sama dengan Pimpinan Proyek sesungguhnya. Ini sangat melegakan, tanpa mengurangi gêrêgêt untuk bekerja.

Menjadi little bukan perkara mengurangi kualitas, melainkan perkara hidup yang dijauhkan dari kebesaran semu. Anak SD juara lomba internasional, macam-macam piala dijejerkan di pendopo sekolah, aneka spanduk memamerkan anak sekolah A juara kompetisi B tingkat internasional, world class universities, dan seterusnya. Bukannya itu bagus untuk memotivasi orang, Rom?
Iya, asal konsisten dengan sarana-sarana yang diambilnya. Untuk apa Anda membangun world class universities tapi tak sanggup mengatasi rasisme, terorisme, kemiskinan struktural, kerusakan ekologis, dan seterusnya?
Juga dalam ranah agama, sejak dulu keyakinan saya tak tergoyahkan: kuantitas tak mewakili kualitas. Itu mengapa saya tak pernah berminat menambah jumlah orang beragama. Bikin repot aja.😂😂😂
Yang lebih susah menurut saya justru untuk membantu supaya orang beragama bisa menjadi little seperti ragi, tak usah berkoar-koar menunjukkan identitas religius yang semestinya jadi ‘konsumsi dapur’. Kalau begitu saja, biasanya teroris malah lebih terampil.

Tuhan, mohon rahmat supaya kami senantiasa bekerja bersama-Mu. Amin.


SELASA BIASA XIX C/1
13 Agustus 2019

Ul 31,1-8
Mat 18,1-5.10.12-14

Selasa Biasa XIX B/2 2018: Ti Voglio Bene
Selasa Biasa XIX A/1 2017: Mana Ambisi
Selasa Biasa XIX C/2 2016: Jagoan Kalah Dulu

Selasa Biasa XIX B/1 2015: Adakah Yang Kusingkirkan?
Selasa Biasa XIX A/2 2014: Jangan Mentang-mentang Ya

5 replies

  1. Pas habis lihat foto anak kecil yg mengiringi caption tulisan Rm ini (mau tetap kecil selamanya), langsung keingat lagu Little Girls OST film Annie 2014 yg musiknya kocak “Get me out get me out here. I am ready for a stardom. I’m done with little girls!” Kontradiktif ya Mo😁 But your writing here is a great reminder bhw hidup itu seperti siklus, ada saat utk naik dan ada saatnya harus geser, beregenerasi gak bisa mantengin satu posisi/kondisi selamanya. Jadi gak boleh jengah jg kalau udah dipanggil tante atau om ama anak2 OMK di gereja hehe.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s