Hidup Fiktif

Who can ever separate his faith from his acts, his belief from his daily life? Who can dispose his time by saying “This is of God, this is for me“? All your hours, all your living is the coherence of a vibrant wing towards the High. Kahlil Gibran.

Narasi teks bacaan pertama hari ini menarik. Eleazar, ahli Taurat yang hidup di zaman pendudukan kekaisaran Seleukia di dua ribu dua ratus tahun lalu, dipaksa makan daging babi! Itu jelas pelecehan plus pemaksaan. Eleazar memilih mati daripada menelan daging babi.

Saya dan Anda yang tidak punya luka batin dengan babi mungkin menganggap Eleazar ini lebay, mosok makan babi panggang atau babi cari-cari aja jadi soal nyawa?
Persis di situlah studi kasus (atau kasus studi?) saya. Kalau mau belajar dari tradisi agama atau kultur lain, seperti dikatakan Antoine de saint Exupéry yang saya sitir kemarin [The eyes are blind. You need to search with heart.], Anda perlu naik tangga cukuplah sedikit di atas indra. Jadi kalau indra ini di basement, Anda masuk lift dan tekan tombol naik sehingga Anda lebih tinggi dari indra.

Kasus Eleazar ini bukan pertama-tama (per se) soal babinya, apakah ia terserang virus atau bakteri penyakit. Kalau pokok halnya cuma berkenaan dengan indra, jadinya beda-beda karena orang yang satu bisa lebih fōkəs ke babi, sapi, ayam, dan mungkin kambing, bergantung kadar kolesterol dalam tubuhnya sendiri atau bergantung pada doktrin agamanya. Nah, yang kedua ini yang saya sebut naik lebih tinggi dari indra. Kalau orang menghidupi agama, ia mesti melampaui indra.

Artinya, lepaskanlah dulu babi-sapi-ayam-kambing tadi dari aneka penghakiman, biarkan mereka jadi diri mereka sendiri, lalu selisik saja logika penghakimannya tadi, dalam hal ini halal dan haramnya.
Lah dalam agama Romo kan gada halal haram?
Justru karena itu (meskipun nyatanya ya ada kategori halal haram, cuma beda wujud aja), saya belajar dari agama yang mengenal halal haram.
Eleazar menolak makan babi. Ada orang-orang dekatnya yang begitu perhatian dan mereka menemukan jalan keluar yang menarik. Makan saja daging yang mirip dengan babi. Jadi, di satu sisi dia tidak melanggar ketaatan kepada penguasa, di lain sisi dia tak melanggar ketaatan pada ajaran agama! Eureka, ketemu jalan keluarnya.

Pilihan Eleazar cool. Lebih baik mati. Dua alasannya. Pertama, tidaklah elok orang berusia lanjut masih hidup dalam fiksi: ngapain juga cari selamat fisik doang padahal itu cuma soal wang sinawang, yang tak lebih bernilai dari pilihan-ketaatan-kepada-Allahnya sendiri. Kalau ia mengikuti anjuran orang-orang dekatnya, ia tak lagi hidup demi nilai kesetiaan dan ketaatan kepada Allah yang hidup dalam dirinya. Ia hidup fiktif, tak sesuai dengan batinnya yang tertambat Allah. Dengan kata lain, dia tak punya integritas. Memang berisiko, bukan hanya kematian, melainkan juga Eleazar malah dimusuhi teman-temannya sendiri.
K
edua, tidak baiklah orang berusia lanjut memberi contoh buruk kepada orang muda. Ya itu tadi, kalau orang lanjut usia saja main drama, gimana orang mudanya? Main sinetron!

Zakheus tidak bermain sinetron atau drama. Setelah berjumpa dengan Guru dari Nazareth, ia realistis, memberikan harta (yang dikumpulkannya dengan cara licik) kepada orang miskin, separuhnya dan kalau jelas-jelas ia melakukan pemerasan, ia mengembalikannya empat kali lipat.

Tuhan, mohon rahmat kekuatan-Mu supaya hidup kami tidak fiktif dan tetap positif. Amin.


SELASA BIASA XXXIII C/1
19 November 2019

2Mak 6,18-31
Luk 19,1-10

Selasa Biasa XXXIII B/2 2018: Mari Berjihad
Selasa Biasa XXXIII A/1 2017: Ampun Lagi Bang
Selasa Biasa XXXIII C/2 2016: Seek Ye First

Selasa Biasa XXXIII B/1 2015: Life is Fragile
Selasa Biasa XXXIII A/2 2014: Berjumpa Kristus ya Mestinya Happy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s