Keabadian

Saya jujur, bosan membaca teks Injil hari ini, apalagi waktu mendengarnya dibacakan dalam ibadat. Uwis ta pokokmen ceritane Yesus kuwi keturunan Daud, keturunan Abraham! Tak usah disebutkan detail dua puluh delapan generasi dari Abraham sampai Yesus itu!
Lalu datanglah penasihat saya dan mengingatkan saya pada kata-kata saya sendiri: kalau kamu bosan, itu artinya kamu gak ngerti apa yang kamu tulis kemarin soal fokus bukan pada hasil self-fulfilling prophecy melainkan pada cara menyesuaikan pilihan tindakan dengan prediksinya. Kamu sendiri bilang supaya fokus pada Kerajaan Allah yang bukan nanti entah di mana melainkan yang sekarang dan di sini!
Loh, ya saya ngerti toh ya, wong saya yang nulis.
Kalo gitu, brarti elu omdo‘!😂

Orang bosan memang tidak hidup dalam kerangka hic et nunc, di sini dan kini. Orang bosan menginginkan sesuatu yang menurutnya tak ada di sini dan kini. Tak mengherankan, orang bosan tidaklah kaya dalam perspektif atau tak mau memperkaya perspektifnya. Bayangkanlah seseorang yang sedang belajar menjadi fotografer dan dikunci dalam bilik toilet dengan modal lensa fix 50mm! Jika perspektifnya tak memuat imajinasi kreatif, mungkin hanya beberapa foto dihasilkannya selama setengah jam dan hasilnya pun tak bisa dinikmati selain sebagai informasi bahwa dia ada di toilet!

Loh, Rom, bukannya imajinasi dan kreativitas itu malah menunjukkan bahwa orang menginginkan sesuatu yang tidak hic et nunc tadi?
Bukan. Ia menginginkan sesuatu berdasarkan apa yang ada di depannya, apa yang didengarnya, apa yang dibacanya, dan seterusnya, dan itulah yang memungkinkan perubahan.

Saya bosan karena yang saya baca hanya ide umum, tidak menyelisik apa yang ada. Saya bosan karena saya hanya memandang angka, menghidupi banalisasi. Saya bosan karena saya tak (mau) tahu kisah hidup Ram, Aminadab, Nahason dan sebagainya. Saya bosan karena saya tidak memperlakukan nama-nama tadi sebagai pribadi yang narasi hidupnya bisa jadi jauh lebih kaya daripada hidup saya.

Kalau saja Anda mengatasi kebosanan dengan masuk ke kedalaman pribadi, narasi, kisah hidup, Anda mengerti bagaimana Allah yang tak terjangkau itu hidup dalam diri aneka pribadi dengan segala tingkah lakunya, yang tidak lagi bisa dikungkung dengan kerangka moralitas benar-salah atau baik-buruk. Agama, dengan demikian, memang seyogyanya bukan sekadar moralisme, melainkan cara elegan untuk mengejawantahkan Allah yang transenden itu dalam hidup konkret, kini dan di sini. Kalau itu terjadi, agama mengakomodasi pemeluknya untuk menikmati keabadian, yang tak lain adalah kesinambungan hic et nunc itu.

Tuhan, mohon rahmat untuk senantiasa menemukan-Mu kini dan di sini. Amin.


HARI KHUSUS ADVEN
17 Desember 2020, Kamis

Kej 49,2.8-10
Mat 1,1-17

Posting 2019: Perempuan Perkasa
Posting 2018: Anak Siapa Ini?

Posting 2016: DNA Siapa

Posting 2015
: Panggung Sandiwara

Posting 2014: Friend Request from God

 

1 reply

  1. dlm film The Commuter, Joanna mewakili org2 krg integritas yg konon merasa diri lbh penting dr yg lain, yg demi kepentingannya merasa berhak mengorbankan yg lain. Merekapun pintar memainkan pikiran/perasaan Liam Neeson, menjebaknya dn menyalahkannya seolh malah dia penyebab jatuhnya korban. Tp Liam Neeson mempertahankan integritasnya, dn bekerja sama dg org2 asing dn tergolong org biasa, slg membantu mengatasi konspirasi kejahatan. Konon masalah terbesar umat beragama adh dosa, perbudakannya dlm rasa sakit, bersalah, luka, dn akhirnya hukuman di neraka. Ada yg overdosis menghayatinya, shg ada yg serakah menyalhgunakannya utk kepentingan tertentu. Menarik memang bhw ternyata silsilah Yesus Kristus merangkum semua pribadi, dn berujung pd mns utama, Yesus Kristus. Berarti mns mempunyai harapan utk mengembangkan diri menjd mns utama. Asal tetap menjaga citra Penciptanya, yang serba Maha.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s