• Iman Telur Ayam

    Iman Telur Ayam

    Tokoh yang dipestakan Gereja Katolik hari ini mengajarkan kepada saya bahwa beriman bukan perkara “Mana lebih dulu, telur atau ayam”. Itu perkara mudah sekali, karena telur jelas duluan. Loh, Romo ini ngaco, kalau gak ada ayam, gimana mungkin ada telur ayamnya jal? Lho lha iya, kalau kita tanya mana lebih dulu, ayam atau telur, ya Read more

  • Bukan Bu Tejo

    Bukan Bu Tejo

    Akhir pekan ini mungkin Anda terhibur dengan gerakan aksi menyelamatkan Indonesia, yang mendapat tanggapan gerakan lain yang hendak merapatkan Indonesia tanah air. Lumayan buat hiburan; banyak orang butuh panggung, yang mungkin malah dicari untuk memperlihatkan kualitas kentangnya, seperti hapé keponakan saya yang sering disebutnya hapé kentang. Saya tidak yakin bahwa pengusung gerakan itu punya basis data Read more

  • Untuk Melayani

    Untuk Melayani

    Sekarang saya menulis renungan untuk peringatan Bunda Maria dengan atributnya sebagai ratu, dan dasarnya cuma sepenggal kalimat dalam teks bacaan hari ini: Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Saya tidak lagi memahaminya sebagai kalimat eksklusif untuk Bunda Maria. Tuhan menyertai Bunda Maria, menyertai putranya, menyertai murid-murid putranya, menyertai Anda semua dan saya. Tidak ada hak Read more

  • Masker Cinta

    Masker Cinta

    Saya melakukan snorkeling pertama kali tahun 2011 di Gili Air, Lombok. Tak ada instruktur yang mengajari saya bagaimana menggunakan snorkel itu, dan saya kira perlengkapan snorkeling yang saya pakai itu agak primitif. Hanya kacamata renang dan sedotan plastik ukuran besar gitu. Hidung dan mulut tak tertutupi apa-apa, tetapi mulut mesti menggigit sedotannya. Saya cuma mengerti Read more

  • Makan Bareng

    Makan Bareng

    Saya tak tahu apakah sebagian besar keluarga zaman now bisa makan malam bersama di rumah atau apes-apesnya di rumah makan. Saya kira, itu sangat menyenangkan (kalau tidak menyebalkan, bergantung relasi orang-orangnya di situ), dan mungkin bisa jadi cerminan hidup keluarga di zaman Guru dari Nazareth. Katanya, keluarga-keluarga di sana itu setiap malam membagi-bagi roti yang Read more

  • Syukurlah…

    Syukurlah…

    Kalau Anda menilai orang lain, Anda tidak menunjukkan kenyataan orang lain, tetapi memaparkan perspektif Anda. Apalagi, kalau Anda mengevaluasi Allah: yang tidak mendengarkan, tidak peduli, tidak adil, atau sebaliknya: mahabijak, mahaadil, peduli, pendengar, dan seterusnya. Entah negatif atau positif, penilaian terhadap Allah tidak menyatakan hakikat Allahnya sendiri, tetapi mempertontonkan cara penilaian, perspektif, sudut pandang, cakrawala Read more