• Sepi Sunyi Sendiri

    Sepi Sunyi Sendiri

    Bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, hari silentium (baca: silensium, berarti diam, tenang, sunyi, hening) umat Hindu Bali, teks bacaan hari ini menyiratkan nuansa bagaimana para pemimpin agama Yahudi hendak membungkam si guru yang mulai populer sebagai nabi. Tak hanya membungkam suaranya, tetapi juga orangnya, biar mati sekalian dikubur di tempat sepi dan dia tak berkoar-koar lagi mengenai… Read more

  • Jangan Sia-siakan Cinta

    Jangan Sia-siakan Cinta

    Keterlaluanlah pembaca blog ini yang sampai hari ini tak pernah mendengar atau membaca nama Stephen Hawking. Saya pun tak kenal, bahkan pemikirannya tak saya ketahui, tetapi kalau Anda tak pernah dengar atau baca nama Stephen Hawking, Anda sungguh terlalu, tak menghargai apa yang sudah saya ketik pada kalimat pertama [meskipun saya gak minta dihargai juga sih, saya kan cuma… Read more

  • Dewan Cari Hormat

    Dewan Cari Hormat

    Apa ada kebenaran yang enak ya? Apakah yang namanya kebenaran itu justru mesti tidak membuat nyaman? Kalau memang gitu, ngapain orang kudu mencari kebenaran? Cari penyakit? Dalam teks bacaan hari ini sang guru mengafirmasi kebenaran yang tak bikin nyaman. Pertama, dia mengasumsikan bahwa pengalaman bangsa Israel dalam sejarah itu mengantarkan mereka pada sosok pribadinya sebagai Mesias. Orang… Read more

  • Cara Hidup Sukses

    Cara Hidup Sukses

    Diskusi di kelas mengingatkan saya pada fenomena karoshi di Jepang (itu loh kematian karena kerja keterlaluan, sayang tak saya temukan video yang pernah saya lihat; orang bisa tahu-tahu tidur di sembarang tempat saking lelah dan ngantuknya), tetapi juga beberapa belas tahun lalu para senior saya di Macau sudah menyinggung mentalitas kerja di Asia. Jangan khawatir,… Read more

  • Cinta Rentenir

    Cinta Rentenir

    Setiap berangkat atau pulang sekolah, saya melewati warung mebel (bacanya mèbêl) yang berjudul ‘Berdikari’. Maklum, warungnya ini persis di sebelah kompleks sekolah saya di Blok Q, Jakarta (coklat ngaku Betawi). Waktu itu saya tidak tahu bahwa itu adalah akronim dari berdiri di atas kaki sendiri. Ya maklumlah, saya juga tidak pernah berpikir bahwa orang bisa berdiri… Read more

  • Terserah Kaulah, Tuhan

    Terserah Kaulah, Tuhan

    Saya tak begitu suka dengan alusi hidup sebagai roda, membuat orang kadang berada di atas, kadang di bawah. Entahlah, mungkin saya punya trauma dengan roda. Tapi alih-alih membahas ketidaksukaan terhadap roda sebagai bingkai melihat kehidupan, lebih baik memberikan solusi toh? Solusinya adalah bingkai ‘naik-turun’ seperti dikisahkan dalam teks bacaan hari ini. Dibutuhkan motivasi kuat untuk… Read more