To Tell You the Truth

Adakah wilayah yang terbebas dari penjajahan dalam sejarahnya? Saya sangat ragu. Maklum, power relation cukup butuh dua pribadi untuk memanifestasikan diri: orang yang satu mengobjekkan yang lainnya, menguasai yang lainnya, merenggut kebebasan yang lain.

Orang-orang Yahudi pengikut si guru dari Nazareth itu mempersoalkan pernyataan bahwa kebenaran akan memerdekakan. Mereka itu keturunan Abraham dan tak pernah jadi budak bangsa lain. Artinya, mereka adalah bangsa merdeka, mau merdeka dengan alasan apa lagi?

Persoalannya, apa kalau keturunan Abraham njuk orang merdeka gitu? Nyatanya banyak keturunan Abraham yang belum move on, masih perang di sana-sini. Bagaimana mau dibilang merdeka? Yang memerdekakan bukanlah status kebangsaan atau keturunan tokoh tertentu. Kalau karena status kebangsaan dan keturunan tokoh itu orang merdeka, bisa jadi kemerdekaannya merenggut atau menjajah kemerdekaan orang lain. Jelas, kalau Anda merdeka semata karena Anda orang Jawa, apa itu tak berarti Anda merendahkan suku lainnya? Ya enggak, Mo, suku-suku lain juga merdeka. Nah, kalau begitu, gak relevan dong mengatakan bahwa kemerdekaan semata karena status suku!

Kemarin saya mempelajari sejarah agama Kristen dan di situ saya melihat ada banyak intrik dan pola relasi politis antara agama dan negara. Lalu tersadarlah saya, bukan baru kemarin sih, bahwa begitu banyak orang terbelenggu oleh intrik-intrik itu. Andaikan saja orang melihat baik-baik kenyataan hidup ini, bukan alasan-alasan teologis yang terpenting bagi dinamika hidup masyarakat, melainkan alasan etis untuk mengakomodasi kehendak Allah dalam dunia yang serba majemuk ini.

Saya kasih contoh. Tahukah Anda bahwa doktrin Allah Tritunggal pada Konsili Nicea tahun 325 itu dirumuskan dengan dalih pengendalian situasi di wilayah Kekaisaran Romawi? Begitu banyak komunitas pengikut guru dari Nazareth itu di sana-sini dan, biasalah, banyak kepala, banyak ide pula, termasuk soal bagaimana menjelaskan kemanusiaan sekaligus keilahian Yesus. Tengkarlah satu dengan yang lainnya dan hawa panas saling menyalahkan itu bikin Kaisar Constantinus cemas bakalan mengganggu stabilitas kekaisaran.

Akhirnya, dipanggilnyalah seluruh pimpinan jemaat (uskup) untuk berkumpul dan omong mengenai topik itu. Tak kunjung ada titik temu, akhirnya Constantinus pula yang memaksa para uskup menyetujui rumusan tertentu mengenai doktrin Allah Tritunggal. Nota Bene: Constantinus bahkan bukan orang Kristen! Apa yang terjadi pada abad-abad selanjutnya? Pertengkaran lain, juga dengan agama lain, karena doktrin Allah Tritunggal itu juga terselewengkan (saya malah baru tahu bahwa ada yang mengira Tritunggal itu Allah, Yesus dan Maria, buset dah….). Akhirnya pihak yang satu menyatakan kafir, yang lain menyatakan sesat, bid’ah, dan sejenisnya. Tapi, orang-orang malah bertengkar dan berperang untuk membela ini, membela itu, seakan lupa bahwa doktrin itu adalah rumusan manusia. Apakah Allah itu Tritunggal? God knows!

Loh, jadi Romo ini tak percaya pada Allah Tritunggal ya? Hahaha… That’s not the point. Saya mengungkapkan keyakinan saya pribadi di sini, di sini, dan di sini, misalnya. Mengakui rumusan kepercayaan Konsili Nicea sebagai pergumulan manusia justru membebaskan saya untuk terus menggumuli peziarahan hidup bersama orang lain, yang begitu beragam, tak perlu jatuh pada konservatisme atau progresivisme nan lebay. 

Tuhan, mohon keterbukaan hati dan budi untuk melihat kebenaran yang memerdekakan kami. Amin.


HARI RABU PRAPASKA V
21 Maret 2018

Dan 3,14-20.24-25.28
Yoh 8,31-42

Posting Tahun 2017: Manakah Agama Allah?
Posting Tahun 2016: Keliatannya Aja Bebas
 
Posting Tahun 2014
: Kebebasan Macam Apa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s