Ukhuwwah Ubudiyyah

Hari-hari ini saya belajar mengenai ukhuwwah Islamiyyah dan saya lebih memilih tafsir yang disodorkan M. Qurasih Shihab, tentu bukan karena beliau adalah ayah Najwa Shihab, melainkan karena beliau adalah titisan Pak Eko (mashoooook….) 😂😂😂

Tak sedikit tokoh yang menafsirkan ukhuwwah Islamiyyah sebagai persaudaraan antarumat Islam alias sesama muslim. Akan tetapi, untuk jenis persaudaraan sesama muslim ini sudah ada terminologi lain: ukhuwwah diniyyah. Konsekuensi kesalahkaprahannya bisa memporakporandakan tatanan suatu negara atau bangsa. Gak hanya itu, bahkan dampaknya bisa juga memusnahkan kemanusiaan. Tak usahlah saya menyinggung kejadian di Timur Tengah. Lihat saja cerita bacaan pertama hari ini.
Lah, ini bukannya berlokasi di Timur Tengah juga ya?
Oh iya….

Bacaan pertama dalam tiga hari terakhir ini memaparkan proses hellenisasi, hibridisasi antara kultur Yunani dan bangsa Israel yang berkeyakinan monoteis. Kalau pada hari Senin digambarkan bagaimana sebagian umat Israel bersekutu dengan kultur Yunani dan mengorbankan tradisi monoteis mereka, dua hari selanjutnya dikisahkan sosok ahli Taurat dan perempuan dengan tujuh anak yang mengorbankan nyawa karena keyakinan kepada Allah YME, hari ini disajikan cerita bagaimana dua model umat Yahudi itu bertemu. Tokohnya Matatias. Dia seperti Eleazar dan bunda tujuh anak Israel yang rela mati demi imannya itu. Nah, jebulnya saat dia dipaksa melakukan ibadat ala penguasa hellenis dan dia menolak mentah-mentah begitu lalu ngeloyorlah orang Yahudi lain yang rupanya tergiur iming-iming penguasa njuk melakukan ibadat seperti diminta penguasa. Matatias naik pitam dan menghabisi nyawa sesama bangsanya itu bersama aparat dan tempat ibadat korbannya sekalian.

Kalau memakai perspektif ukhuwwah tadi, penguasa hellenis jelas hendak memaksakan ibadat agamanya kepada orang-orang Yahudi yang jelas-jelas punya keyakinan berbeda. Ini sama halnya dengan yang dilakukan Matatias terhadap bahkan sesama bangsanya sendiri: karena ia hendak membela ukhuwwah yang dilandasi oleh keyakinan agamanya. Konsekuensinya: bubrah semua. Tentu saja, jagoan menang. Matatias dan kaumnya bisa melarikan diri ke gunung.

Di samping ukhuwwah diniyyah, bahkan bisa jadi di atasnya, ada ukhuwwah insaniyyah yang merujuk pada persaudaraan yang dibangun atas dasar kemanusiaan. Itulah tolok ukur apakah ukhuwwah diniyyah yang dibangun seseorang itu memang mengabdi kepentingan Allah atau mengabdi kepentingan ideologis. Kalau yang dibela itu adalah kepentingan ideologis, ideologinya mesti dikaji apakah mengarah pada ukhuwwah ubudiyyah, persaudaraan sebagai makhluk ciptaan Allah.

Kalau Guru dari Nazareth menangisi kota Yerusalem, kiranya juga karena orang-orangnya tak kunjung melihat pentingnya ukhuwwah ubudiyyah ini, yang mengatasi perbedaan agama dan politik suatu bangsa. Orang-orang Yerusalem tak menggubris bahwa Allahlah yang sesungguhnya jadi penguasa segala, bukan agama atau bangsa mana pun. Dengan demikian, kalau hari ini dipestakan Maria dipersembahkan di Bait Allah, itu juga berarti undangan supaya semua orang beriman, seperti Bunda Maria ini, tidak omong besar, tetapi meletakkan dirinya dalam persaudaraan dengan semua ciptaan Allah, sebagai satu-satunya landasan ukhuwwah Islamiyyah, yang tak bisa direduksi sebagai ukhuwwah diniyyah.

Tuhan, mohon rahmat kebijaksanaan untuk mencari jalan-jalan menuju keadilan-Mu. Amin.


KAMIS BIASA XXXIII C/1
PW SP Maria Dipersembahkan kepada Allah
21 November 2019

1Mak 2,15-29
Luk 19,41-44

Kamis Biasa XXXIII B/2 2018: Perlu Capres Impor?
Kamis Biasa XXXIII A/1 2017: Belajar Menangis
Kamis Biasa XXXIII C/2 2016: Kulihat Ibu Pertiwi

Kamis Biasa XXXIII B/1 2015: Rebutan Mainan
Kamis Biasa XXXIII A/2 2014: Terus Aja Pelihara Dendam!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s