Akidah

Fanatisme atau fundamentalisme tidak kenal agama. Maksudnya, dalam agama mana pun ada saja orang-orang fanatik atau fundamental. Ini bukan perkara agamanya apa, melainkan soal tahap perkembangan iman orangnya ada di mana. Sudah pernah saya bahas pada posting Berapa Usia Anda: tahap krusial perkembangan iman memungkinkan orang jadi kreatif dalam kesetiaannya atau malah jadi taat laksana robot. Orang fanatik atau fundamental biasanya tergolong kelompok kedua ini.

Maka dari itu, ketika beberapa hari lalu viral sebuah klip video beberapa suster Katolik yang menyanyikan lagu lebaran di kapel, ada saja orang yang mencelanya sebagai tindakan tolol. Kenapa? Justru karena dilakukan di kapel. Saya tidak bisa menyebutkan siapa orang yang mencela ini (karena saya memang tidak tahu namanya🤣), tetapi pastinya orang Katolik sendiri.
Mungkin beliau juga akan pingsan kalau melihat foto seorang imam merayakan Ekaristi di gereja yang disekat kain dan di bilik lain ada beberapa pengungsi yang sedang tidur. Mungkin beliau akan geram melihat di dekat altar gereja diletakkan tumpukan sembako? Mungkin juga beliau akan protes pada tim liturgi yang memasukkan doa umat yang memuat doa bagi umat Islam yang sedang menjalankan puasa atau umat agama lain yang merayakan hari besar mereka.

Sudah sejak awal milenium ini saya biasa mendengar doa syafaat di gereja saya yang alamat penerimanya adalah saudara-saudara yang beragama Islam, Kristen, Hindu, Buddha, adat, dan sebagainya. Saya merasa yakin seyakin-yakinnya bahwa mendoakan orang lain secara tulus sama sekali tidak merusak akidah, bahkan kalau doa itu disampaikan dalam ritual resmi agama! Yang merusak akidah adalah justru kesombongan dan kepicikan orang beragamanya sendiri.

Teks bacaan kedua hari ini masih dalam rangkaian doa Guru dari Nazareth bagi para muridnya menjelang kepergiannya. Teks bacaan pertama juga bicara mengenai nasihat Paulus menjelang perpisahannya bagi jemaat untuk saling jaga. Tentu saja, dua tokoh rohani (dan jasmani tentu saja) itu melihat kemungkinan bahaya dalam hidup beriman kelompok pengikut atau jemaatnya. Paulus malah secara eksplisit mengatakan bahwa bahaya itu bisa datang dari luar dan dari dalam sendiri. Dari luar, jelas, mereka adalah kelompok baru yang cara hidupnya tidak disukai orang kebanyakan. Dari dalam, bisa muncul orang yang punya ajaran sesat dan membuat cara hidup mereka sebagai kelompok jadi ambyar.

Baik doa Guru dari Nazareth maupun Paulus mengindikasikan penyerahan hidup umat itu dalam penyelenggaraan Allah sendiri. Maka, yang digaungkan Guru dari Nazareth itu jelas juga: supaya umatnya mengalami kesatuan mistik dengan Allah yang misteri itu. Kesatuan mistik sama sekali bukan perkara gaib, melainkan perkara sinkronisasi kehendak Allah dengan hidup konkret orang beriman. Itulah akidah hidup orang beragama, yang kerap direduksi sebagai doktrin, hukum, aturan, yang senantiasa terikat pada konteks hidup manusia yang beragam. Ironisnya, keindahan dan kebaikan akidah itu justru terganggu ketika orang beragama mau membangun kor dengan paduan satu suara. Betapa susahnya membuat paduan suara polifoni!

Kebenaran akidah akan terganggu oleh tafsir yang berujung power relation, tetapi akan terjaga jika para penafsirnya sungguh-sungguh memasrahkan seluruh ikhtiarnya pada penyelenggaraan Allah sendiri.
Tuhan, mohon rahmat supaya akidah kami senantiasa bersandar pada-Mu semata, dan bukan kepentingan ideologis kami. Amin.


RABU PASKA VII
27 Mei 2020

Kis 20,28-38
Yoh 17,11b-19

Posting 2019: Godaan Jatuh
Posting 2018: Teroris Tetot

Posting 2016: Cagar Buaya

Posting 2015: Terlibat, Tidak Regresif, Tidak Agresif

Posting 2014: The Spirit, He Knows Better…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s