Pengenalan Pribadi Kristus

Memang mengetahui Allah itu sangat sulit, sesulit pengenalan diri secara mendalam; justru karena kedalaman diri orang Kristiani adalah tempat Roh Allah sendiri bersemayam. Pengetahuan spekulatif mengenai Allah jelas tak banyak membantu sebagaimana pengetahuan spekulatif mengenai manusia sendiri tak banyak berguna jika orang tidak secara konkret merefleksikan hidupnya sendiri. Pengenalan diri sendiri ini lambat laun juga adalah pengenalan akan Allah, bukan karena diri sendiri adalah Allah, melainkan karena Allah senantiasa mewahyukan Diri kepada manusia.

Pewahyuan Diri Allah itulah yang memungkinkan Allah bukan lagi sesuatu yang abstrak, yang tak tersentuh oleh pengalaman hidup manusia. Allah adalah pribadi, yang punya kemampuan untuk mengkomunikasikan Diri dengan manusia. Bentuk komunikasi yang paling dekat dengan manusia pada umumnya adalah pribadi manusia itu sendiri, yang dalam iman Kristiani tentu saja adalah Kristus.

Karena Kristus, orang tidak lagi hanya meraba-raba sifat ilahi, sekadar membentuk sifat superlatif kebaikan (menambahkan maha pada kualitas kebaikan): orang sungguh-sungguh bisa memahami kualitas ilahi dengan mengarahkan pandangan pada Kristus sendiri karena dialah Tuhan yang masuk dalam historisitas manusia. Maka, pengenalan akan Kristus memberi orientasi yang jelas dalam keterlibatan manusia pada proses penciptaan Allah Bapa sendiri.

Beberapa latihan berikut ini bisa dipakai untuk semakin mengenal Kristus secara personal:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s